Usaha Kecil, Jasa di Pelabuhan Bakauheni Terdampak COVID-19

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

LAMPUNG — Sektor usaha kecil di pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan (Lamsel) ikut terdampak secara tidak langsung mewabahnya virus Corona (Covid-19). Sejak awal Maret, jumlah perjalanan warga asal Sumatera ke Jawa menurun, berimbas kendaraan bus, travel berkurang.

Marniati, pemilik warung makan di dermaga dua pelabuhan Bakauheni menyebutkan, pada kondisi normal ia bisa melayani konsumen hingga ratusan orang. Namun imbas Covid-19 kunjungan hanya mencapai puluhan orang per hari. Jika sebelumnya ia bisa mendapatkan omzet Rp1 juta perhari kini hanya Rp500 ribu per hari.

“Pada kondisi normal penumpang yang akan menuju ke pulau Jawa dari Sumatera dalam sehari bisa mencapai ribuan orang, jadi warung selalu ramai, tapi kini mengalami penurunan signifikan akibat tidak langsung virus Covid-19,” terang Marniati saat dikonfirmasi Cendana News, Selasa (24/3/2020)

Marniati menyebut omzet yang menurun tersebut ikut berdampak pada setoran ruang yang disewakan oleh pengelola pelabuhan. Sebagai solusi ia terpaksa mengurangi stok makanan yang akan dijual.

Pedagang minuman, makanan ringan, Soni juga mengaku mengalami penurunan omzet. Sebelumnya, saat kondisi normal, ia mampu menjual ratusan botol minuman dan makanan ringan dalam sehari.

“Saat ini untuk menjual belasan botol air mineral saja sulit karena masyarakat diimbau hindari bepergian kecuali dalam kondisi mendesak,” bebernya.

Selain pedagang, penyedia jasa pencari penumpang di terminal antarmoda Bakauheni juga alami penurunan. Joni, salah satu penyedia jasa pencari penumpang dari PT Assalam Travel mengaku sulit mendapatkan penumpang.

“Sehari normalnya mendapat penumpang ratusan orang, tapi kini hanya puluhan,” bebernya.

Sistem pembayaran berdasarkan jumlah penumpang yang diperoleh menurutnya ikut berpengaruh. Sebab dengan berkurangnya penumpang maka ia hanya mendapat hasil yang minim.

Mendapatkan sekitar 10 penumpang dengan insentif Rp10.000 saja ia hanya mendapatkan Rp100 ribu. Semakin banyak penumpang asal Jawa menggunakan kapal ia akan mendapatkan banyak hasil.

Saat kondisi normal dengan penumpang yang banyak ia bisa mendapat hasil ratusan ribu per hari. Jumlah tersebut semakin berkurang imbas masyarakat mengurangi perjalanan antar pulau.

Lihat juga...