Unnes Produksi Sendiri Masker dan Hand Sanitizer
Editor: Makmun Hidayat
SEMARANG — Dalam upaya pencegahan penyebaran virus corona, sekaligus menjawab kelangkaan masker dan hand sanitizer di pasaran, Universitas Negeri Semarang (Unnes) memproduksi sendiri kedua barang tersebut.
Produksi hand sanitizer oleh tiga fakultas, yakni Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), yang proses produksi dilakukan di lab Jurusan Pendidikan Kimia. Kemudian, Fakultas Teknik, dilakukan di lab Jurusan Teknik Kimia, serta Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK), yang proses produksi di laboratorium Ilmu Kesehatan Masyarakat. Sementara, produksi masker dilakukan di laboratorium Jurusan PKK Fakultas Teknik.
“Proses produksi dilakukan oleh ahli, terdiri dari dosen dan pranata laboratorium dari tiga fakultas tersebut. Sementara, dalam proses produksi hand sanitizer melibatkan mahasiswa yang mempunyai kompetensi di bidang kimia. Mahasiswa yang turut memiliki kompetensi di bidang tata busana dan menjahit, kita libatkan dalam pembuatan masker,” papar Ketua Tim Satgas Civid-19 Unnes Dr dr Yuni Wijayanti MKes, di kampus Unnes Sekaran Gunungpati Semarang, Kamis (26/3/2020).

Ditandaskan, semua produksi di bawah koordinasi dan pengawasan tim Satgas Covid-19 Unnes dan Pusat Layanan Kesehatan (Puslakes) Unnes. “Hasil produksi tidak kita jual, namun didistribusikan ke seluruh ciivitas akademik Unnes, dari dosen, tenaga kependidikan, staf, satpam, hingga cleaning service,” lanjutnya.
Tercatat hingga Kamis (26/3/2020), hasil produksi hand sanitizer di lab pendidikan kimia mencapai 1350 botol, lab Ilmu Kesehatan Masyarakt 1000 botol, dan lab Teknik Kimia 1000 botol.
“Masing-masing botol berisi 500 ml. Total sudah ada 3.500 botol. Sementara, masker yang sudah jadi sekitar 4.500 masker. Kita juga masih ada sisa produksi, kita menunggu kemasan datang,” terangnya.
Dalam pendistribusiannya, perwakilan dari masing-masing fakultas atau unit yang mengambil, lalu didistribusikan sesuai protokol kesehatan, untuk menghindari kerumunan.
Sementara, Dekan Fakultas Teknik Dr Nur Qudus MT menambahkan pihaknya masih menunggu ketersediaan bahan baku, dalam produksi berikutnya. “Terutama alkohol, sebagai bahan baku utama hand sanitizer, sekarang ini sangat sulit untuk mendapatkannya,” paparnya.
Lebih jauh dijelaskan, masker kain produksi Unnes ada sejumlah keunggulan, selain menggunakan dua lapis kain, bagian tengah juga bisa dibuka dan ditambahkan tisu, sebagai penyaring udara.
“Selain itu juga nyaman dipakai, tidak panas, lembut, awet dan bis dicuci berkali-kali, sehingga bisa dipakai ulang,” tandasnya.