Tangkal Corona, Tiga Jenis Tanaman Ini Jadi Prioritas Ditanam

Editor: Makmun Hidayat

PADANG — Dinas Pertanian  Kota Padang, Sumatera Barat, mengajak masyarakat untuk melakukan gerakan tanaman rempah-rempah, seperti jahe, kunyit, dan temulawak.  Apalagi kebutuhan masyarakat terhadap jahe kian meningkat saat wabah virus corona memasuki Indonesia.

“Tanaman jahe ini, bukanlah jenis tanaman yang membutuhkan lahan yang luas. Sebenarnya ditanam di dalam pot-pot di halaman rumah atau pun ada pekarangan di samping atau di belakang rumah, juga bisa ditanam. Mari sama-sama bertanam jahe,” kata Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Syahrial,  Jumat (13/3/2020).

Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Syahrial. -Foto: M. Noli Hendra

Ia menyebutkan, tidak hanya perlu untuk bertanam jahe, tapi kunyit dan temulawak juga bisa. Karena tiga jenis tanaman ini sebagai zat pencegah radikal bebas yang menimbulkan kerusakan pada sel-sel tubuh. Rimpang jahe mengandung 19 komponen bioaktif yang berguna bagi imun tubuh.

Menurutnya, salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemko Padang adalah mengajak masyarakat untuk menjaga kondisi tubuh, pola hidup sehat dan lainnya. Selain itu juga mengajak masyarakat untuk mengonsumsi rempah-rempah seperti jahe, kunyit dan temulawak.

Dikatakannya, tanaman obat juga bisa mencegah virus corona. Hal itu lantaran manfaatnya mampu meningkatkan kekebalan tubuh, sehingga serangan virus Covid-19 tidak mudah masuk ke dalam tubuh.

“Kita kan sama-sama tahu bahwa jahe merah merupakan tanaman asli yang ditanam oleh petani Indonesia, dan juga sudah digunakan turun temurun untuk berbagai penyakit. Sekarang, dikarenakan adanya virus Covid-19 ini, masyarakat kembali mengonsumsi tanaman obat itu,” jelasnya.

Syahrial menyampaikan, pada dasarnya seperti diketahui, virus corona merupakan satu kingdom dengan influenza yang bisa ditangkal atau dicegah dengan curcumin.

“Curcumin mampu meningkatkan kekebalan tubuh sehingga daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit meningkat,” tandasnya.

Mengingat hal itu dan dari informasi yang didapatkan, permintaan pembelian jahe merah, kunyit dan temulawak pun meningkat di Kota Padang. Untuk itu, untuk mencegah habisnya tiga tumbuh-tumbuhan ini, bisa dilakukan langkah antisipasi dengan mengajak masyarakat untuk dapat menanam jahe merah, kunyit dan temulawak pada lahan yang dimiliki.

“Di sisi lain, selain tumbuh-tumbuhan itu kita konsumsi yang bermanfaat untuk menangkal virus corona, juga banyak manfaat dan khasiat bagi kesehatan kita,” tegasnya.

Sementara itu, dari pantauan situasi perdagangan jahe merah di Pasar Raya Padang, harga jahe mengalami kenaikan hingga 100 persen. Ada dua jenis jahe, yakni jahe merah dan jahe putih. Untuk jahe merah harganya kini Rp40 ribu per kilogram yang biasanya hanya Rp12 ribu per kilogram. Begitu juga untuk jahe putih, kini harganya Rp20 ribu per kilogram dari harga normal hanya Rp10 ribu per kilogram.

Rani pedagang jahe di Padang, mengatakan, kenaikan harga jahe itu semenjak adanya peningkatan kebutuhan masyarakat terhadap jahe, sehubungan dengan kondisi wabah virus corona.

“Biasanya yang beli itu, ibu-ibu rumah tangga yang mau masak rendang dan gulai saja. Sekarang jadi konsumsi hari-hari warga, jadi kondisi harga seperti ini sudah terjadi seluruh daerah,” sebutnya.

Lihat juga...