Tangga Seribu Tanjung Kajuwulu Ramai Dikunjungi Wisatawan
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
MAUMERE – Pantai wisata Tanjung Kajuwulu menyimpan pesona yang membuat wisatawan baik lokal maupun mancanegara selalu ingin datang menikmati keindahannya.
Meskipun cuaca sedang mendung dan sesekali turun hujan selalu saja ada wisatawan baik dari kota Maumere maupun beberapa kabupaten tetangga datang berkunjung ke tempat ini.
“Setiap hari paling puluhan orang saja. Tapi kalau saat hari libur atau hari raya bisa 100 orang lebih,” kata Didimus R. Saliando, penjaga tempat wisata Tangga Seribu Kajuwulu, kecamatan Magepanda, kabupaten Sikka provinsi NTT, Minggu (8/3/2020).

Didimus katakan, tempat wisata ini dinamakan tangga seribu karena jumlah anak tangga dari jalan raya menuju puncak bukit yang ada salib dan tempat istirahat sebanyak 500 lebih anak tangga.
Tangga tersebut dibuat berkelok untuk memudahkan pengunjung mendaki bukit dengan kemiringan sekitar 30 derajat dan telah dipasangi pagar pembatas yang juga berfungsi sebagai pegangan bagi pengunjung saat berjalan.
“Anak tangganya hanya berjumlah 500 lebih saja tapi karena saat mendaki dan menurun harus melewatinya, maka dinamakan tangga seribu. Tahun 2019 Kodim Sikka yang pasang pagar pembatas sekaligus untuk pegangan bagi pengunjung saat berjalan,” sebutnya.
Didimus mengakui, sejak sekitar dua tahun silam mulai berjaga di tempat ini dan mulai tahun 2018 dilakukan penataan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Sikka.
Pemerintah sebutnya, membangun 4 buah lopo di sepanjang jalan menuju ke puncak bukit Tanjung Kajuwulu agar memudahkan wisatawan untuk bersantai dan beristirahat setelah kelelahan mendaki bukit.
“Ada juga menara sebagai tempat untuk memandang keindahan laut dan gugusan kepulauan di depan Tanjung Kajuwulu. Semua fasilitas ini disediakan secara gratis dan pengunjung hanya membayar tiket masuk Rp5 ribu per orang,” ungkapnya.
Untuk menjaga tempat wisata ini, Didimus mengakui, dirinya dan seorang teman lainnya tidak mendapat upah tetapi hanya mendapat pembagian hasil 50 persen dari pemasukan yang diperoleh.
Wisatawan banyak yang dari kabupaten Ende dan Nagakeo serta sering ada beberapa wisatawan asing yang berkunjung. Namun tempat wisata ini masih tidak dilengkapi WC sehingga sering dikeluhkan wisatawan.
“Banyak wisatawan mengeluhkan tidak adanya WC atau kamar kecil. Ada juga yang minta agar dibangun pondok atau penginapan untuk beristirahat. Terlebih wisatawan dari luar daerah dan wisatawan asing,” ungkapnya.
Pemerintah melalui Dinas Pariwisata kata Didimus, sudah membangun bak air namun air bersih juga belum tersedia sehingga WC juga belum bisa dibangun di tempat ini.
Kebakaran yang setiap tahun selalu melanda perbukitan di Tanjung Kajuwulu yang merupakan padang savana ungkapnya, sudah tidak terjadi lagi, karena pihaknya selalu melakukan pengecekan.
“Biasanya setiap tahun selalu terjadi pembakaran padang savana tapi sekarang tidak terjadi. Paling di belakang bukit saja tapi apinya sering kami matikan,” terangnya.
Faridah, salah seorang wisatawan asal kecamatan Maurole, kabupaten Ende, yang ditemui di tempat wisata ini mengakui, sedang berbelanja barang kebutuhan pokok di Maumere sehingga mampir berwisata ke tempat ini.
Dirinya sekalian mengajak suami dan anak untuk berwisata sekaligus berbelanja sebab banyak saudaranya mengatakan, tempat wisata ini bagus dan masih alami.
“Pemandangan alamnya juga bagus karena dikelilingi perbukitan dan padang savana. Dari atas puncak bukit pemandangan lautnya juga bagus, karena ada teluk dan batu-batu cadas,” tuturnya.
Faridah mengaku senang berkunjung ke tempat ini apalagi biaya tiket masuknya sangat murah. Namun butuh tenaga ekstra untuk mendaki hingga ke puncak bukit apalagi saat cuaca sedang panas terik.
“Beruntung hari ini mendung dan belum hujan sehingga kami bisa mendaki hingga ke puncak bukit. Tempat wisata ini sangat bagus namun perlu ditata lagi agar menarik serta dibangun rumah makan dan WC,” harapnya.
Tempat wisata ini berjarak sekitar 25 kilometer arah barat kota Maumere, kabupaten Sikka, provinsi NTT, yang bisa dijangkau menggunakan sepeda motor dan mobil dengan kondisi jalan aspal mulus.