Siswa di Lamsel Manfaatkan Libur Untuk Baca Buku
Editor: Koko Triarko
LAMPUNG – Pegiat literasi Motor Perahu Pustaka Lampung Selatan, Ardiyanto, mendukung kebijakan pemerintah kabupaten setempat yang meliburkan sejumlah sekolah, sebagai upaya pencegahan wabah virus baru Corona. Menurutnya, proses belajar tetap bisa dilakukan di rumah, salah satunya dengan membaca buku.
Ardiyanto mengaku mendukung Surat Edaran Bupati Lamsel Nomor: 421/0995/IV.02/2020 tentang Pencegahan Corona Virusdisease (Covid-19). Sebab dengan meliburkan sekolah selama dua pekan, siswa bisa tetap belajar di rumah. Dukungan bagi kegiatan belajar di rumah dilakukan olehnya dengan menyiapkan ratusan buku bacaan bagi anak di desanya.
Ratusan buku bacaan ilmu pengetahuan, buku bergambar telah disiapkan, agar dipinjam oleh anak-anak usia sekolah. Cara tersebut menjadi upaya agar anak-anak usia sekolah memanfaatkan waktu libur dengan menambah ilmu pengetahuan.

“Libur sekolah dua pekan, agar siswa tetap belajar di rumah sebagai bagian pencegahan virus Corona, namun di sela liburan tersebut siswa bisa mengisi waktu membaca buku bacaan yang menghibur agar tidak bosan,” terang Ardiyanto di rumahnya, Selasa (17/3/2020).
Sejumlah buku bacaan yang disiapkan, menurut Ardiyanto merupakan jenis buku berkaitan dengan kesehatan. Di antaranya tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan buku ilmu pengetahuan lain. Penyediaan buku bacaan sekaligus menjadi cara meminimalisir anak-anak bermain gawai selama libur dua pekan.
Penyediaan buku untuk kegiatan belajar di rumah, menurutnya cukup efektif menarik minat baca. Sebab, sebagian anak-anak di desanya merupakan siswa usia TK hingga SMP.
Meski sejumlah siswa SMP dan SMA menerapkan pembelajaran jarak jauh berbasis web, membaca buku tetap mutlak dilakukan.
“Edukasi kepada siswa tetap bisa dilakukan dengan mengajak siswa menggunakan waktu libur untuk kegiatan bermanfaat,” papar Ardiyanto.
Ribuan koleksi buku bacaan, menurut Ardiyanto sebagian bisa dipinjam oleh anak-anak untuk dibawa pulang. Imbas libur sekolah untuk pencegahan virus Corona, Ardiyanto memastikan jumlah kunjungan ke perpustakaan rumahnya meningkat.
Sebelumnya, anak-anak di sekitar rumahnya hanya datang saat sore hari. Namun sejak sekolah diliburkan, siswa datang sejak pagi untuk meminjam buku.
Ardiyanto yang kerap berkeliling ke sejumlah dusun di Bakauheni, mengaku permintaan buku bacaan meningkat. Ia tetap mengirimkan buku bacaan bagi anak-anak usia sekolah yang kerap dikunjunginya. Hanya saja, sistem peminjaman dilakukan tanpa harus berkeliling ke sejumlah dusun. Anak yang ingin meminjam buku dipersilakan datang didampingi orang tua.
“Sebagian anak-anak yang kerap saya datangi kerap menelepon untuk meminjam buku, dan bisa datang ke rumah memilih buku yang diinginkan,” paparnya.
Libur selama dua pekan, menurut Ardiyanto berpotensi membuat siswa bosan. Sebab anak-anak yang kerap berinteraksi dengan teman sebaya sementara waktu tidak melakukan kegiatan belajar di sekolah.
Keberadaan buku bacaan, menurutnya bisa menjadi solusi mengatasi kebosanan siswa. Buku bacaan bergambar yang menarik menjadi pilihan bagi anak-anak mengisi kekosongan waktu selama liburan.
Nita, salah satu siswa kelas 6 SD, menyebut libur selama dua pekan menjadi kesempatan belajar di rumah. Meski demikian, ia tidak hanya membaca sejumlah buku pelajaran sekolah. Keberadaan perpustakaan di rumah milik Ardiyanto sebagai pegiat motor perahu pustaka, menjadi pilihan. Sebab, ia memiliki waktu membaca buku cukup panjang di rumah.
“Selama liburan membaca buku pelajaran tetap dilakukan, karena sebentar lagi ujian, tetapi kerap bosan sehingga bisa diselingi membaca dongeng,” terang Nita.
Nita mengaku, selain bisa membaca di rumah Ardiyanto, ia meminjam buku untuk dibawa pulang. Peminjaman buku yang dicatat seperti di perpustakaan, membuat ia meminjam tiga buku. Tiga buku bacaan komik, dongeng dan bisa menjadi buku hiburan selama sekolah diliburkan. Hingga dua pekan ke depan, ia bisa menghabiskan buku yang dipinjam untuk dibaca di rumah.