BPNT di Banyumas Naik jadi Rp200.000/Bulan

Editor: Koko Triarko

PURWOKERTO – Mulai bulan Maret ini, nilai Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) naik menjadi Rp200.000 per bulan, dari sebelumnya yang hanya Rp150.000 per bulan.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsospermades) Kabupaten Banyumas, Kartiman, mengatakan kenaikan nilai BPNT kali ini merupakan kenaikan ke dua pada tahun ini. Sebelumnya pada Januari, BPNT sudah naik dari Rp110.000 menjadi Rp150.000 per bulan.

“Kenaikan kali ini cukup besar, sampai Rp50.000, mungkin disesuaikan dengan kebutuhan dan harga-harga saat ini,” katanya, Selasa (17/3/2020).

Terkait teknis penyaluran bantuan BPNT, Kartiman mengatakan, pemberian bantuan langsung diberikan ke rekening penerima. Penyaluran bantuan mulai dilakukan pada pertengahan Maret ini, sehingga keluarga penerima manfaat bisa langsung menggunakannya.

Dengan adanya kenaikan nominal, maka bahan pangan yang akan disalurkan pada e-warong juga akan dilakukan penambahan. Untuk bulan ini, bahan pangan yang diberikan melalui e-warong, yaitu beras sebanyak 14 kilogram, telur  0,5 kilogram, kemudian lauk tahu, tempa dan sayuran, serta daging sapi sebanyak 0,5 kilogram.

“Kita sudah berkoordinasi dengan pihak pemasok barang, untuk menambah bahan makanan,” tuturnya.

Saat ini, tercatat jumlah e-warong yang melayani penukaran uang dalam rekening KPM di Banyumas ada 740 unit. Setiap e-warong melayani sekitar 200-300 KPM. Total penerima bantuan BPNT di Banyumas sekitar 150.000 keluarga.

Untuk kualitas bahan pangan, Kartiman juga mengimbau agar pihak pemasok memperhatikan kualitas bahan yang dikirim. Mulai dari kualitas beras dan lainnya.

“Jangan sampai ada keluhan sayuran busuk, atau beras rusak dan sebagainya,” tegasnya.

Sementara itu, salah satu penerima BPNT di Kecamatan Sokaraja, Riyati, mengatakan bantuan BPNT meringankan keluarganya. Minimal kebutuhan beras untuk dua minggu tercukupi dan dilengkapi kebutuhan lauk untuk 1-2 hari.

Riyati menuturkan, biasanya ia dalam satu bulan membeli beras kurang-lebih 20 kilogram untuk keluarganya. Dengan adanya bantuan BPNT, ia sudah mendapatkan beras 14 kilogram, sehingga pengeluaran untuk kebutuhan beras bisa dipergunakan untuk lainnya.

“Saya sangat terbantu dengan adanya BPNT ini, bisa menghemat pengeluaran keluarga, terlebih sekarang juga mendapat jatah daging, jadi bisa memenuhi gizi anak-anak,” pungkasnya.

Lihat juga...