Sekolah di 14 Daerah di Sumbar Terapkan Belajar di Rumah

Editor: Koko Triarko

Gubernur Sumatra Barat, Irwan Prayitno, saat memberikan keterangan pers kepada awak media di Padang, Kamis (19/3/2020)/ Foto: M. Noli Hendra

PADANG – Pemerintah Provinsi Sumatra Barat, mengumumkan adanya sekolah di 14 daerah dari 19 kabupaten dan kota di provinsi tersebut yang merumahkan sementara siswanya, terkait Covid-19.

Gubernur Sumatra Barat, Irwan Prayitno, mengatakan, 14 daerah yang telah mengumumkan merumahkan siswanya ada yang telah dimulai kemarin dan hari ini. Ke depan belum diketahui jumlah daerah yang akan merumahkan siswanya lagi, karena kebijakan untuk merumahkan siswa berada di kabupaten dan kota.

Ke-14 daerah itu yakni, Kota Bukittinggi, Kota Padang, Kabupaten Limapuluh Kota, Kabupaten Agam, Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Solok, Kota Padang Panjang, Kota Solok, Kota Payokumbuah, Kota Pariaman, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Pasaman.

“Sampai sore ini ada 14 daerah yang melaporkan mengambil kebijakan merumahkan siswanya. Tidak apa-apa jika mengambil kebijakan itu, kan ini demi anak-anak yang sekolah, apalagi memang sudah wewenangnya daerah,” katanya, Kamis (19/3/2020).

Ia menjelaskan, dalam memindah belajar dari sekolah ke rumah ini, para siswa telah diberi tugas untuk dikerjakan di rumah dengan waktu hingga akhir Maret 2020. Nantinya, orang tua akan mendampingi anaknya dalam melakukan tugas sekolah di rumah.

“Jadi sistemnya itu, karena belajarnya di rumah, maka perlu menyesuaikan jam di sekolah. Nah, nanti orang tua akan melaporkan ke guru dengan cara memfoto anaknya tengah belajar, dan foto dikirm via WA,” jelasnya.

Menurutnya, diharapkan anak-anak tidak merasa kesepian di rumah, karena bisa menjalani rutinitas sehari-hari, yakni belajar, meski tidak lagi menuju sekolah. Diharapkan, para siswa yang belajar di rumah, untuk tekun belajar, sehingga tidak mengganggu prestasi di sekolah.

Sedangkan untuk pelaksanaan Ujian Nasional (UN) akan tetap dilakukan di sekolah, sesuai jadwal yang telah ditentukan, mulai dari SMA, SMP, dan SD. Sementara untuk SMK, UN baru saja diselesaikan hari ini.

“SMK sudah selesai hari ini, dan SMA 30 Maret ini. Kita berharap UN selanjutnya berjalan dengan aman dan lancar, meski dalam situasi upaya pemerintah mencegah penyebaran Covid-19,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Adib Alfikri, mengatakan untuk Madrasah Aliyah dan Tsanawiyah, juga menyesuaikan kebijakan yang telah diterapkan oleh pemerintah kabupaten dan kota. Karena juga telah ada koordinasi daerah dengan Kementerian Agama Wilayah Sumatra Barat.

“Untuk SMA memang merupakan kewenangan provinsi, tapi kita menyesuaikan saja kebijakan yang diambil oleh kabupaten dan kota, karena yang lebih tahu dengan kondisi daerahnya adalah Bupati dan Wali Kota masing-masing,” katanya.

Namun, Kadisdik mengingatkan agar di daerah perlu mempertimbangkan siswa yang ujian, karena sesuai arahan Gubernur, bagi siswa yang ujian sebaiknya ujiannya diteruskan. Sebab, belum ada kebijakan untuk melakukan UN di rumah.

“Persoalan siswa di Sumatra Barat, alhamdulilah sejauh ini dalam keadaan sehat-sehat saja. Langkah yang kita lakukan ini untuk mengantisipasi kemungkinan terjadi penularan Covid-19. Sekarang sebagian daerah di Sumatra Barat merumahkan siswanya, kita sambut baik hal ini,” tegasnya.

Adib jug mengaku dengan adanya kebijakan untuk merumahkan siswa yang telah diputuskan oleh kabupaten dan kota, tidak semuanya mendapat respons yang positif dari masyarakat. Tidak sedikit yang menyatakan pro,. dan ada yang menyatakan kebijakan itu belum seharusnya diambil.

“Bagi kami, keselamatan siswa adalah hal yang paling utama, karena kita tidak tahu cara Covid-19 bisa menyerang para siswa,” sebutnya.

Lihat juga...