Permintaan Tanaman Jamu Meningkat di Lampung Selatan
Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo
LAMPUNG — Petani pembudidaya tanaman jamu di Lampung Selatan (Lamsel) mengalami kenaikan permintaan seiring tingkat kesadaran masyarakat menjaga vitalitas. Munculnya wabah virus Corona (Covid-19) membuat minuman jamu dan sayuran penambah daya tahan tubuh banyak dicari.
Ngadirun, petani pembudidaya sejumlah tanaman jamu di Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan menyebutkan, permintaan bahan jamu dari pedagang di pasar tradisional, pembuat jamu naik dua kali lipat dalam beberapa hari belakangan. Pada kondisi normal ia menjual 10 hingga 20 kilogram jahe, lengkuas, kunyit, temulawak dan jenis tanaman rimpang bahan jamu.
“Permintaan menjadi 40 hingga 60 kilogram per hari. Pembeli kerap datang langsung ke kebun untuk memanen sejumlah tanaman jamu,” terang Ngadirun saat ditemui Cendana News di kebun miliknya, Senin (16/3/2020).
Selain sejumlah tanaman rimpang Ngadirun menyebut permintaan tanaman jenis lain juga meningkat. Jenis tanaman yang disediakan meliputi pepaya, brotowali, sambiloto. Permintaan yang meningkat membuat ia mendapat hasil ratusan ribu per pekan.
Rosa, petani penanam cabe jamu atau dikenal puyang mengaku permintaan naik dua kali lipat. Selain sebagai bahan jamu jenis cabai rambat itu kerap digunakan sebagai bumbu.
“Saat harga cabai rawit mahal jenis cabai jamu kerap dimanfaatkan sebagai bumbu dan kini banyak dipesan untuk bahan jamu,” beber Rosa.
Cabai jamu yang dijual seharga Rp45.000 per kilogram kini naik jadi Rp75.000 dalam kondisi kering. Harga yang tinggi menurutnya cukup wajar karena pembudidaya tanaman itu terbatas.
Permintaan sejumlah komoditas pertanian bahan jamu juga diakui Karsinah. Pedagang jamu tradisional itu mengungkapkan jenis komoditas yang banyak diminati berupa jahe, kunyit, lengkuas, cabai jamu.
Permintaan yang tinggi pada sejumlah komoditas bahan jamu, bumbu dapur diakuinya menguntungkan sejumlah pihak. Bagi petani pembudidaya tanaman itu permintaan tinggi memberi sumber penghasilan.
Pembuat jamu tradisional yang diminati berawal dari keinginan masyarakat menjaga daya tahan dari virus Corona. Komoditas pertanian bahan jamu yang diminati menguntungkan bagi pedagang di pasar tradisional.