Peringati HPI, Aktivis Mahasiswa Soroti DPPPA Kota Bekasi
Editor: Makmun Hidayat
BEKASI — Puluhan aktivis mahasiswa di Kota Bekasi, Jawa Barat menggelar aksi di depan pintu masuk perkantoran pemerintah setempat di jalan A. Yani. Aksi tersebut untuk peringati Hari Perempuan Internasional, yang jatuh pada 8 Maret 2020 kemarin.
Mahasiswa yang didominasi perempuan tersebut hari ini, menyoal kinerja Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (DPPPA) yang disibukkan dengan penanganan kasus yang terlapor, Senin (9/3/2020).
“Bagaimana yang tidak terlapor? Apakah harus menunggu korban berjatuhan, baru DPPPA Kota Bekasi bertindak? Harus ada sosialisasi lebih intens lagi,”ujar Indah, koordinator aksi dari Komisariat PMII Umika.
Dikatakan banyak kasus kekerasan yang tidak terpublikasikan. Dia mencontohkan kasus belum lama ini seperti SMAN 12 Kota Bekasi, persetubuhan anak di bawah umur di daerah Jatiasih, pemukulan antar siswa di SMPN 3 dan lainnya.
“Dengan realita yang ada, DPPPA Kota Bekasi kami nilai masih belum mampu menjalankan amanah yang telah diberi oleh wali kota,” papar Endah.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa PMII menyatakan sikap, di antaranya Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Bekasi wajib menjalankan program-program pencegahan dibanding penanganan. Selain itu, meminta agar terbangun kampung ramah anak di berbagai titik.
Aksi mahasiswa tersebut hingga bubar tidak ditemui oleh siapa pun. Massa aksi yang terdiri mahasiswa perempuan membubarkan diri dengan rapi setelah menyampaikan tuntutannya.
Diketahui DPPPA Kota Bekasi memiliki tiga bidang di antaranya, Bidang Pemenuhan Hak Anak, Bidang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak.
DPPPA Kota Bekasi sendiri memiliki anggaran mencapai Rp3 miliar. Artinya, anggaran yang telah digelontorkan bukanlah perkara yang sepele melainkan harus disandingkan dengan pelaksanaan program-program yang telah dicanangkan.