Penggunaan QRIS Pacu Produktivitas UMKM
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
SEMARANG – Kantor Perwakilan Wilayah (KPw) Bank Indonesia Jateng, terus mendorong penggunaan QR Code Indonesian Standard (QRIS) kepada masyarakat. Termasuk para pedagang kali lima (PKL) di Jateng, salah satunya di Kota Semarang.
“Dengan QRIS, pelaku usaha UMKM, termasuk para pedagang PKL, dapat menggunakan model pembayaran secara non tunai dengan hanya satu macam QR Code. Dengan satu QR Code, bisa menerima pembayaran dari aplikasi penyelenggara mana pun,” papar Kepala Grup Sistem Pembayaran KPw BI Jateng, Andry Prasmoko, di sela sosialisasi QRIS kepada PKL Simpang Lima Semarang, di kantor tersebut, Jalan Imam Bardjo Semarang, Selasa (10/3/2020).

Dijelaskan, ada beragam keunggulan QRIS, termasuk dapat menerima pembayaran dari bank atau non-bank, bahkan dari turis manca negara. Selain itu, antar aplikasi pemain, baik bank atau pun non-bank sudah saling terhubung dengan mudah, termasuk bank-bank di daerah.
“Selain itu, dengan menggunakan QRIS, pedagang juga tidak kesulitan dalam menyediakan uang kecil untuk kembalian. Serta menghilangkan potensi kerugian, akibat penerimaan pembayaran menggunakan uang palsu,” tegas Andry.
Pihaknya juga berharap, melalui QRIS dapat mendorong kemajuan sektor UMKM termasuk koperasi. “Seiring dengan peningkatan kecepatan akses keuangan bagi pelaku usaha dimana pun dan siapa pun dia, sehingga membantu peningkatan aktivitas inklusi ekonomi, dimana pelaku usaha tersebut berada,” lanjutnya.
Ditandaskan, sejak QRIS diluncurkan, sudah terdapat 328 Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP), yang mendapatkan izin dari BI. Saat ini, pihaknya juga masih melakukan pemeriksaan dari PJSP lain yang tengah mengajukan izin penyelenggaraan.
Sementara, Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fravarta Sadman, menyambut baik langkah BI dalam memperkenalkan QRIS kepada para pedagang. Harapannya, sistem tersebut mampu mempermudah masyarakat, terutama konsumen dan pedagang, dalam melakukan transaksi pembayaran.

“Tentu ini mempermudah masyarakat, termasuk para turis wisman atau dalam negeri. Tinggal transaksi, kemudian di-scan sesuai dengan nominal pembayaran, selesai. Konsumen menjadi mudah, pedagang juga senang. Kemungkinan penggunan uang palsu dalam pembayaran juga bisa dihilangkan, jika dibanding dengan pembayaran konvensional,” terangnya.
Pihaknya juga terus mendorong para pedagang lainnya di Semarang, untuk menggunakan QRIS dalam mempermudah penerimaan transaksi pembayaran. Terlebih sebentar lagi, Kota Semarang juga punya ‘gawe‘, berupa Semarang Great Sale.
“Menyambut HUT Kota Semarang, kita ada program Semarang Great Sale, berupa pesta diskon besar-besaran, untuk menarik minat masyarakat dari seluruh Indonesia, agar datang, berkunjung dan berbelanja di Semarang. Tidak hanya dari pertokoan atau mal, namun juga hingga ke pedagang PKL. Mudah-mudahan, dengan QRIS ini juga bisa semakin mensukseskan program Semarang Great Sale,” pungkasnya.