Penderita Covid-19 Melonjak, 1.414 Kasus dan 122 Meninggal
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
JAKARTA – Gugus Tugas Percepatan Penanganan virus corona (Covid-19) menyatakan, jumlah total pasien positif Covid-19 melonjak jadi 1.414 di Indonesia, ada tambahan 129 kasus dari hari sebelumnya, yakni 1.285.
“Perkembangan kasus positif Covid-19 hingga hari ini di Indonesia, per 30 Maret 2020 pukul 12.00 WIB. Jumlah pasien positif Covid-19 mencapai 1.414 kasus, ada penambahan sebanyak 129 kasus baru dari hari sebelumnya,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, saat jumpa pers terkait perkembangan Covid-19 di Gedung BNPB, Jakarta, Senin (30/3/2020).
Sementara itu kata Yuri, untuk pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia hingga hari ini tercatat sebanyak 122 orang. Artinya, kata Yuri ada penambahan sebanyak 8 orang dari hari sebelumnya yang berjumlah 114 orang.
Sedangkan untuk pasien yang dinyatakan sembuh dari positif Covid-19 hingga hari ini berjumlah 75 orang. Dimana ada penambahan 11 orang pasien sembuh dari hari sebelumnya sebanyak 64 orang.
“Kita berharap jumlah pasien sembuh positif Covid-19 ini terus bertambah, dan hari ini ada penambahan pasien sembuh sebanyak 11 orang sehingga jumlah totalnya sebanyak 75 orang,” ungkapnya.
Data sebelumnya per tanggal 29 Maret 2020 jumlah positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1.285 kasus. Dimana pasien meninggal 114 orang sementara yang sembuh sebanyak 64 orang.
Yuri kembali mengingatkan pentingnya social distancing atau menjaga jarak kepada masyarakat dan saling mengingatkan serta saling mengawasi.
Selain itu Yuri, menekankan kembali beberapa langkah yang harus diperhatikan secara serius oleh semua pihak terhadap upaya pencegahan penyebaran Covid-19.
Pertama yaitu social distancing atau mengambil jarak antar individu. Harus diimplementasikan sehari-hari, baik di lingkungan kerja maupun di kehidupan rumah tangga.
“Kedua, pola hidup bersih dan sehat atau Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Kita dapat melakukannya seperti mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Selanjutnya rapid test secara massal, yakni pencarian yang mengidap penyakit ini dilakukan sehingga tidak menjadi sumber penularan di masyarakat,” ujarnya.