Pedagang di Pasar Bantargebang Keluhkan Sampah Menggunung

Editor: Koko Triarko

BEKASI – Pengelolaan sampah pasar tradisional di beberapa lokasi di Kota Bekasi, Jawa Barat, menjadi persoalan tersendiri yang dikeluhkan para pedagang. Hal tersebut seperti di Pasar Bantargebang, gunungan sampah di areal belakang pasar menjadi fenomena biasa.

“Tumpukan sampah itu bisa lima mobil, tapi setiap hari mobil pengangkut yang datang hanya satu mobil, bagaimana tak menumpuk begitu?” ujar salah seorang pedagang pasar, sambil menunjukkan lokasi sampah di belakang pasar, Rabu (18/3/2020).

Dikatakan, areal lokasi sampah itu akan dijadikan sebagai tempat relokasi bagi pedagang pasar Bantargebang yang sebentar lagi dilakukan revitalisasi oleh pengembang.

Kepala Pasar Bantargebang, Jayadi, Rabu (18/3/2020). –Foto: M Amin

Menurutnya, pedagang setiap hari selalu membayar retribusi kebersihan mencapai Rp9.000 per hari, sudah masuk biaya kebersihan Rp2.000.

Selalu terjadi begitu, sehingga ia berharap bisa menjadi perhatian pengelola pasar, agar pasar Bantargebang bisa bersih ke depannya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Pasar Bantargebang, Jayadi, membantah bahwa ada tumpukan sampah di Pasar Bantargebang. Dia mengaku setiap hari selalu ada kendaraan yang mengangkut sampah dari Pasar Bantargebang.

Terkait masih ada tumpukan sampah, dia mengatakan, itu sisa, dan nanti ada truk sampah yang akan mengambil. Menurutnya kuota sampah di Pasar Bantargebang sehari bisa dua truk, dan itu selalu diangkut ke tempat pembuangan akhir.

“Volume sampah tergantung aktivitas pasar. Tapi, yang terbanyak didominasi sampah organik, seperti sisa sayuran dan lainnya. Truk sampah setiap hari pasti datang mengangkut,” tukasnya.

Pantauan di lokasi, terlihat gunungan sampah yang sudah lama terjadi hingga menimbulkan bau busuk, ulat dan lalat mengerumuni areal sampah di lokasi belakang pasar Bantargebang.

Posisi tempat sampah itu dibatasi pagar dan hanya diletakkan begitu saja. Terlihat ada beberapa yang tengah memilah sampah untuk dimanfaatkan.

Terlihat pula sampah didominasi bekas sayuran, karung dan kayu bekas fallet dagangan dari pasar Bantargebang. Tidak terlihat ada truk sampah di areal tersebut, sampah hanya dihamparkan di areal, tidak ada bak sampah sebagaimana biasanya, guna memudahkan petugas dalam pengambilan sampah.

Lihat juga...