Panpel Olimpiade Merancang Opsi Jika ada Penundaan

Seorang pejalan kaki sambil mengenakan masker melintas di dekat logo olimpiade di kota Tokyo, Jepang (12/3/2020) – Foto Ant

JAKARTA – Panitia penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020, secara diam-diam sedang merancang opsi alternatif, jika pesta olahraga akbar empat tahunan itu harus ditunda penyelenggaraanya karena pandemi COVID-19.

Sebuah laporan eksklusif menyebut, sumber dekat panpel Olimpiade 2020 menyatakan, telah diminta untuk merancang skenario jika penundaan harus ditempuh. Hal itu berbanding terbalik, dengan sikap resmi pemerintahan Jepang, yang sepekan terakhir disuarakan Perdana Menteri Shinzo Abe, perihal keyakinan Olimpiade Tokyo bisa digelar sesuai jadwal pada 24 Juli sampai dengan 9 Agustus 2020.

“Akhirnya, kami sudah diminta membuat simulasi jika ada penundaan. Kami diminta menyiapkan opsi alternatif, plan B, C, D, dengan mempertimbangkan berbagai kemungkinan rentang waktu penundaan,” ujar sebuah sumber yang tidak dilansir namana oleh medua di Jepang, Minggu (22/3/2020).

Menurut sumber tersebut, skenario disusun dengan memasukkan perhitungan estimasi biaya yang ditimbulkan. Sebuah sumber lain yang juga tidak disebut namanya mengatakan, panpel Olimpiade Tokyo memang sedang membicarakan opsi penundaan. Termasuk jika harus memakan waktu satu hingga dua tahun.

Sebagian besar anggota panpel berharap, penundaan hanya memakan waktu sebulan atau 45 hari. Keputusan akhir soal kelanjutan Olimpiade Tokyo 2020, nantinya akan ditentukan oleh Komite Olimpiade Internasional (IOC), yang hingga saat ini masih yakin ajang itu bisa tetap digelar sesuai rencana.

Tetapi sikap pemerintah Jepang dan panpel setempat juga dipertimbangkan. Komite olimpiade sejumlah negara dalam sepekan terakhir terus menyuarakan kekhawatiran mereka, jika Olimpiade Tokyo tetap dipaksakan dilangsungkan sesuai jadwal, mulai dari alasan keamanan hingga kualitas kompetisi turnamen. (Ant)

Lihat juga...