Lebanon Tetapkan Status Darurat Medis
BEIRUT – Presiden Lebanon, Michel Aoun menyatakan, Lebanon dalam status darurat medis. Dia meminta para pegawai untuk bekerja dari rumah, saat negara tersebut meningkatkan langkah pencegahan penyebaran virus corona.
“Masing-masing dari kita diminta untuk melanjutkan pekerjaannya dari rumah, dalam cara yang dianggapnya tepat,” kata Aoun, dalam rapat kabinet, yang diharapkan menetapkan langkah-langkah untuk menangani wabah tersebut.
Lebanon, yang didera krisis keuangan parah mengatakan, jumlah kasus COVID-19 mencapai 99 kasus, dengan tiga kematian. Pejabat kesehatan memperingatkan wabah yang berpotensi semakin meluas, dan dapat memperparah sumber daya medis Lebanon yang terbatas.
Saat ini Lebanon dalam kondisi mengalami kekurangan dolar selama sebulan terakhir. Lebanon pekan lalu memerintahkan penutupan restoran dan tempat umum lainnya, serta menghentikan penerbangan ke banyak negara yang terinfeksi corona.

Dalam upaya mengurangi potensi penularan, pasukan keamanan disiagakan di jalan pinggir pantai Beirut, guna membubarkan kerumunan warga yang sedang menikmati salah satu ruang publik di kota tersebut.
Bank di Lebanon akan ditutup hingga 29 Maret. Dan menurut media Lebanon, hal itu dilakukan dua hari setelah bank sentral meminta bank komersial menerapkan kontrol modal yang ketat, agar memprioritaskan mata uang keras untuk pasokan impor terkait corona.
Sementara itu, angka kematian terkait virus corona baru di Iran telah mencapai 853 orang. “Ada 129 orang dilaporkan meninggal dalam waktu 24 jam,” kata seorang pejabat kementerian kesehatan melalui akun media sosialnya, Senin (16/3/2020).
Disebutkan, hingga Senin (16/3/2020), sudah ada 14.991 orang di seluruh negeri tersebut yang positif COVID-19. “Dalam 24 jam terakhir ini, kami mencatat ada 1.053 kasus baru infeksi virus corona dan 129 orang meninggal dunia,” kata pejabat bernama Alireza Vahabzadeh tersebut.
Para pejabat telah meminta masyarakat untuk tetap berada di rumah, dalam upaya membendung penyebaran wabah tersebut di Iran, sebagai salah satu negara di luar China yang paling parah dilanda virus corona. (Ant)