Koalisi Perempuan di Sikka Bagikan Makanan Penderita DBD

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Para pasien demam berdarah dengue (DBD) terutama anak-anak yang sedang dirawat di ruang Melati RS TC Hillers Maumere Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapatkan makanan tambahan berupa sup daging, jus kelor dan jus daun pepaya.

Pemberian makanan tambahan ini dipilih dari makanan yang bisa menaikan trombosit darah pasien DBD sehingga diharapkan para pasien terutama anak-anak bisa segera sembuh dari penyakit ini.

“Kami dari Koalisi Perempuan Indonesia Cabang Sikka dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional membagikan makanan tambahan berup sup daging, jus kelor dan jus daun pepaya,” sebut Florida Yosefina Ndena, Sekretaris Koalisi Perempuan Indonesia Cabang Sikka, Senin (9/3/2020) sore.

Pemberian makanan tambahan ini, kata Fin sapaannya, juga terkait dengan banyaknya pasien DBD sehingga pihaknya tergerak melakukan tindakan untuk membagikan secara gratis makanan tambahan tersebut.

Florida Yosefina Ndena (kedua kanan) Sekretaris Koalisi Perempuan Indonesia Cabang Sikka bersama para anggota saat menyerahkan bantuan makanan tambahan kepada pasien DBD di RS TC Hillers Maumere, Senin (9/3/2020) sore. -Foto Ebed de Rosary

Koalisi Perempuan Indonesia merasa tindakan ini harus dilakukan karena situasi DBD yang menyerang Kabupaten Sikka sangat dahsyat sehingga pihaknya menginisiasi perlu adanya penanganan lanjutan menaikan trombosit pasien.

“Sebagai manusia kami juga peduli terhadap sesama sehingga kami berinisiatif membagi kasih dengan pihak penderita DBD. Kami hanya membagikan makanan tambahan bagi para penderita saja sesuai kemampuan kami,” terangnya.

Terkait kebersihan lingkungan, kata Fin, sebenarnya di satu sisi kesadaran masyarakat karena masih lemah dalam menjaga kebersihan dan di sisi lain pemerintah juga lambat dalam menangani penyakit DBD.

Saat ada pasien yang meninggal sebutnya, Dinas Kesehatan setelah dua minggu atau satu bulan kemudian baru melakukan fogging padahal kematian sudah beruntun.

“Makanya kami mendesak agar dilakukan tindakan lanjutan jangan hanya aksi bersih-bersih  sementara saja. Aksi ini harus dilakukan secara bertahap minimal dua kali dalam sebulan,” harapnya.

Aksi bersih-bersih lingkungan juga, saran Fin, harus sampai ke tingkat Rukun Tetangga (RT) dan seruan yang disampaikan pemerintah untuk PSN harus sampai di pelosok-pelosok desa jangan hanya di kota Maumere saja.

“Sosialisasi harus sampai ke tingkat desa jangan hanya di kota Maumere saja tetapi hingga ke tingkar RT dan di pelosok desa,” tegasnya.

Sementara itu Lusia, salah seorang orang tua anak yang sedang terkenan DBD dan dirawat di ruang Melati RS TC Hillers Maumere mengaku senang dan terbantu dengan adanya pemberian makanan tambahan ini bagi para pasien DBD.

Dirinya terharu karena masih ada kelompok masyarakat yang peduli dengan keadaan pasien DBD yang dirawat di rumah sakit dan meluangkan waktunya untuk memberikan bantuan berupa makanan.

“Kita bersyukur sebab ini baru pertama kali selama anak saya dirawat di rumah sakit diberikan makanan tambahan oleh kelompok masyarakat yang peduli terhadap nasib pasien DBD,” sebutnya.

Lihat juga...