Kemenkes Sudah Lakukan Tes COVID-19 untuk 446 Spesimen
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
JAKARTA – Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa pengambilan spesimen yang sudah mencapai 446 spesimen, merupakan upaya pemerintah dalam menjaga kesehatan masyarakat.
Setditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes yang juga merupakan Juru Bicara Pemerintah terkait COVID-19, Achmad Yurianto, menyatakan, hingga hari ini, Kemenkes sudah melakukan pemeriksaan atas 446 spesimen terkait COVID-19.
“Yang pertama, Cluster Bali yaitu turis yang dari Jepang, kita sudah melakukan tracing dan menemukan 11 closed contact. Kita sudah melakukan pengambilan spesimen dan juga dilakukan pemantauan ketat, alhamdulillah, 11 negatif,” kata Yuri saat menemui awak media di Gedung Sujudi Kemenkes, Jakarta, Rabu (4/3/2020).
Untuk Cluster Amigos yaitu yang berkaitan dengan club dansa, Kemenkes sudah menangani enam orang, termasuk kasus No. 1 dan kasus No. 2.
“Artinya ada empat yang baru, dan semuanya sudah diisolasi di RS Sulianti Saroso. Kita akan melakukan pengecekan ulang untuk dua kali pemeriksaan lagi. Kita harus yakin, ini positif beneran atau negatif beneran. Karena ini penting untuk proses tracing contact,” ucapnya.
Dari hasil penelusuran Cluster, kami menemukan 10 orang lagi dan sudah menyanggupi dalam beberapa hari ini untuk melakukan pemeriksaan di RS Sulianti Saroso.
“Semuanya tidak mengeluhkan gejala apa pun, hanya mengeluh kekhawatiran. Untuk Cluster Amigos ini, diperkirakan akan ada lagi, lebih dari sepuluh. Semoga semuanya negatif, sehingga kita tidak perlu memikirkan sub-Cluster lagi,” kata Yuri lebih lanjut.
Untuk Cluster Batam dan Cluster Banjarmasin, dari hasil penelusuran tidak ditemukan adanya closed contact. Dan untuk kasus di Cianjur, dinyatakan negatif.
“Kasus Dream World, sudah clear. 188 negatif semua. Untuk Diamond Princess, dari 69, 68 sudah dinyatakan clear negatif dan kita sudah minta diturunkan di Sebaru. Yang satu masih kita proses lagi,” paparnya.
Yuri menyampaikan dari spesimen asal rumah sakit yang sudah diperiksa per Selasa (3/4) adalah 168 spesimen dari 48 rumah sakit di 23 provinsi.
“Dua positif yaitu kasus No. 1 dan No. 2, sembilan masih perlu pendalaman, agar tidak ragu-ragu dan 157 negatif,” ungkapnya.
Ia menekankan pentingnya pengecekan spesimen ini adalah untuk memastikan tidak terbentuknya sub-Cluster.
“Ini adalah untuk kesehatan masyarakat. Karena mereka kontak kepada masyarakat lain. Kalau dinyatakan negatif, kita tidak khawatir. Tapi kalau positif, maka kita harus tracing contact untuk memastikan bahwa orang yang dinyatakan positif tidak menularkan penyakit ini kepada yang lain,” pungkasnya.