Perahu Tenggelam Ditabrak Kapal Tangker, Dua Nelayan Ketapang Selamat
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
LAMPUNG – Satu kapal kasko milik nelayan Dusun Sukabandar, Desa Legundu, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan (Lamsel) tenggelam.
Usani (45) nelayan tangkap di perairan Selat Sunda menyebut perahu miliknya tenggelam akibat ditabrak kapal kasko. Kejadian pada Rabu (4/3/2020) dini hari berimbas perahu kasko miliknya tenggelam. Beruntung ia dan Budi Irawan (31) yang melaut bersamanya selamat.

Kronologi perahu kasko miliknya tertabrak diakuinya terjadi saat ia mencari ikan di sekitar perairan pulau Tempurung lalu berpindah ke sekitar pulau Rimau Lunik.
Pada saat proses melakukan penangkapan ikan dengan memakai pancing rawe dasar di dekat pulau Rimau Lunik perahu dihantam kapal tangker. Akibatnya bagian haluan perahu hancur dan kapal pelan-pelan tenggelam.
Beruntung selama perahu tenggelam Usani dan rekannya sempat memakai pelampung. Ia menyebut tidak bisa mengenali nama kapal tangker pada bagian lambung karena lampu penerangan kurang terang.
Upaya meminta pertolongan dilakukan dengan mengontak nelayan lain bernama Vino. Perahu yang tenggelam disebutnya masih mengambang sehingga keduanya bisa selamat.
“Sembari menunggu bantuan datang kami memakai pelampung dan berpegangan pada perahu, beruntung posisi kapal tidak terbalik meski bagian haluan hancur akibat hantaman kapal tangker,” terang Usani saat dikonfirmasi Cendana News di pantai Legundi, Rabu (4/3/2020).
Usani menambahkan kejadian berlangsung begitu cepat tanpa ada tanda sirine. Sebab lokasi penangkapan ikan diakuinya tidak terlalu jauh dari pulau Rimau Lunik dan Rimau Balak.
Kapal tangker yang menabrak disebutnya tidak memberi tanda sirine atau tanda lain sehingga kapal yang digunakan untuk melaut tertabrak. Beruntung kapal tidak karam meski sempat tenggelam dan masih terapung di permukaan laut.
Sempat terapung di laut selama hampir satu jam Usani dan Budi Irawan bisa diselamatkan nelayan lain. Empat perahu nelayan dari Desa Legundi melakukan proses penarikan perahu yang rusak akibat tertabrak kapal tangker.
Perahu berukuran panjang 12 meter, lebar 2 meter menurut Usani baru dibelinya sekitar 6 bulan silam. Meski rusak dan tenggelam ia beruntung perahu bisa dievakuasi ke daratan.
“Berkat bantuan sesama nelayan kami bisa selamat dan perahu bisa ditarik karena tidak karam,” tutur Usani.
Usani menyebut bagian haluan perahu kasko yang rusak tertabrak kapal tangker hancur. Perahu dengan kombinasi warna biru, coklat, kuning dan putih itu masih dibiarkan di pantai sebelum dilakukan perbaikan.
Ia juga pasrah karena kapal tangker yang melintas di perairan Selat Sunda tidak diketahui nama lambung karena kondisi gelap. Ia bahkan menduga kapal sengaja mematikan lampu agar tidak dilakukan pengejaran.
Budi Irawan, rekan yang melaut bersamanya menyebut masih trauma dengan kejadian tersebut. Sebab kondisi cuaca saat melaut sedang bersahabat.

Ia menyayangkan kapal tangker yang tidak memberikan tanda sirine meski di wilayah tersebut menjadi kawasan tangkap bagi nelayan. Akibat perahu kasko yang rusak dipastikan ia dan Usani tidak bisa kembali melaut sementara waktu.
“Hanya perahu kasko itu yang kami gunakan untuk melaut, saat ini sementara kami tidak bisa melaut kembali,” keluh Budi Irawan.
Budi Irawan dan Usani menyebut telah melaporkan insiden tersebut kepada pihak pemerintah desa. Keduanya berharap ada kepedulian dari pihak terkait atas musibah yang dialami.
Sebab Budi Irawan menyebut lokasi tangkap ikan yang digunakan merupakan area yang kerap digunakan nelayan. Perahu yang belum diperbaiki menurutnya berimbas keduanya belum bisa kembali melaut.