INDEF: Bank Muamalat Harus Disehatkan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Direktur Eksekutif INDEF, Ahmad Tauhid, menegaskan, Bank Muamalat sebagai fundamental ekonomi syariah di Indonesia harus segera diselamatkan agar lebih kuat lagi ke depannya.

“Bank Muamalat ini, sebenarnya menjadi harapan utama. Karena ini bank syariah pertama di Indonesia, tapi internalnya sendiri tidak bisa memberi efek positif. Bahwa bank syariah itu tata kelolanya berjalan dengan baik,” kata Tauhid kepada Cendana News, di Jakarta, Kamis (5/3/2020).

Kondisi keterpurukan Bank Muamalat ini menurutnya, harus menjadi cerminan bagi semua orang bukan hanya umat Islam tapi juga yang lain. “Ya Bank Muamalat ini harus disehatkan,” ujarnya.

Yakni jelaskan, dengan perbaikan tata kelola dan manajemen, prinsip bisnisnya, kemudian prudensialnya atau kehati-hatian.

“Memang strategi bisnisnya harus diubah, termasuk mengganti orang, yang menurut saya tidak boleh lagi di Bank Mualamat,” tandasnya.

Karena jika strategi itu dijalankan menurutnya, meskipun ada investor baru itu tidak otomatis Bank Muamalat bisa sehat kembali.

“Menurut saya, harus ada contoh bank syariah orisinal itu, dan kita harap Bank Muamalat bisa jadi cerminan,” ujar Tauhid.

Seperti diketahui, Bank Muamalat telah mendapatkan investor baru, yaitu konsorsium Al Fallah Investments Pte Limited, yang didirikan oleh Ilham Habibie.

Rencananya, Al Fallah mengambil saham Bank Muamalat sekitar 77,1 persen dari keseluruhan saham baru yang akan diterbitkan Bank Muamalat.

Dalam Penawaran Umum Terbatas melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).

Total dana yang diharapkan Bank Muamalat merujuk pada hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) akhir tahun 2019.

“Al Fallah menjadi investor dalam penyelamatan kondisi likuiditas Bank Muamalat,” kata Direktur Utama Bank Muamalat, Ahmad K Permana saat dihubungi Cendana News, Kamis (5/3/2020).

Adapun jelas dia, skema yang dipakai masih berupa penerbitan saham baru atau right issue, yakni sebanyak-banyaknya 32 miliar lembar saham atau sebesar Rp 3,2 triliun. Dengan begitu, maka Al Fallah menjadi pemegang saham terbesar Bank Muamalat.

Lihat juga...