Hindari Corona Transaksi dengan QRIS Lebih Aman

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PADANG – Bank Indonesia (BI) terus berupaya menggencarkan transaksi non tunai melalui QR Code Indonesian Standard (QRIS).

Beriringan dengan mewaspadai penularan virus Corona atau Covid-19, BI menilai transaksi melalui QRIS lebih aman dan dapat mengantisipasi penularan virus yang membunuh ribuan nyawa di dunia tersebut.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Barat, Wahyu Purnama A, mengatakan, QRIS adalah cara transaksi yang dilakukan secara non tunai, dan setiap masyarakat bisa melakukan transaksi tersebut, andalkan memiliki smartphone. Dalam transaksi menggunakan QRIS itu, BI menjamin soal permasalahan yang mungkin terjadi.

“Menggunakan QRIS itu aman dan cepat tanpa ribet. Apalagi sekarang lagi hangat-hangatnya pembahasan mengantisipasi virus Corona. Dari WHO pun menyatakan, uang kertas bisa menjadi salah satu penyebaran virus,” katanya, Selasa (10/3/2020).

Menurutnya, sudah saatnya masyarakat khususnya di Sumatera Barat untuk melakukan transaksi non tunai. Terutama untuk para milenial, seharusnya bisa untuk mencoba menggunakan transaksi non tunai tersebut.

“Saya bukan menakuti-nakuti soal penularan virus Corona melalui uang seperti yang disampaikan WHO. Tapi di sisi lain ada manfaatnya menggunakan transaksi non tunai itu, karena memang sudah eranya sekarang menggunakan teknologi,” ujarnya.

Wahyu memaparkan, sejauh ini di Sumatera Barat saat ini sudah ada lebih dari 2.000 merchant (penjual barang/jasa yang memiliki bentuk usaha (physical store) maupun online store, yang bekerjasama dengan Bank dalam penyediaan layanan penerimaan pembayaran via e-money bank yang bersangkutan menggunakan QRIS.

Diakuinya bahwa di Sumatera Barat partisipasi masyarakat masyarakat masih sangat minim dengan metode pembayaran tersebut.

Untuk itu sejak tanggal 9 sampai 14 Maret Bank Indonesia melakukan Pekan QRIS Nasional 2020 . Melalui kegiatan tersebut, Bank Indonesia akan melakukan sosialisasi penggunaan QRIS kepada masyarakat.

“Untuk kegiatan Pekan QRIS Nasional 2020 di Padang dan puncaknya nanti tanggal 14 Maret mendatang, kita menyelenggarakan berbagai kegiatan. Seperti melibatkan UMKM, Seminar, dan berbagai kegiatan lainnya,” sebutnya.

Tidak hanya itu, QRIS juga akan digunakan oleh BPD se-Indonesia untuk retribusinya, termasuk Bank Nagari di Sumatera Barat. Seperti dalam hal penerimaan PAD melalui non tunai.

“Untuk Pekan QRIS Nasional 2020 ini tidak hanya di Sumatera Barat, tapi dilakukan secara nasional yakni serantak untuk 46 kantor perwakilan Bank Indonesia se-Indonesia sejak 9-14 Maret 2020,” ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang penjual jamu keliling di Padang, Mbak Sri, mengatakan, telah menggunakan transaksi jual jamu kepada pelanggan menggunakan QRIS. Saat ini transaksi yang diperolehnya per hari mencapai 30-50 gelas per hari.

“Alhamdulillah pelanggan saya banyak yang suka jamu. Meski tidak semua pelanggan saya menggunakan QRIS, tapi bisa dikatakan banyak bertransaksi memakai QRIS ini,” jelasnya.

Menurutnya, ada kemudahan yang diperolehnya dalam menggunakan QRIS dalam menjual jamu kelilingnya itu.

Seperti tidak khawatir membawa uang banyak di dalam kantong, karena berisiko tercecer di jalanan. Sementara dengan menggunakan QRIS, hasil jualan jamunya itu ada dalam genggaman smartphonenya.

“Saya harap jumlah top upnya ditambah, jangan sebatas Rp2 juta saja. Sehingga bisa berbelanja lebih banyak secara non tunai,” sebutnya.

Lihat juga...