Drainase Tertutup Sampah Sumbang Kerusakan Jalinsum

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Tersumbatnya drainase oleh sampah berimbas pada kerusakan Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum).

Sejumlah titik Jalinsum terimbas tersumbatnya sampah berada di Desa Kuripan, Desa Belambangan, Kecamatan Penengahan. Material sampah yang menyumbat drainase dan saluran irigasi mengakibatkan air meluap ke jalan raya.

Subekti, salah satu warga pemilik lahan sawah di Desa Belambangan menyebut sampah berasal dari perkampungan warga. Didominasi plastik kemasan makanan instan, botol, styrofoam dan sampah jenis lain mengakibatkan saluran air terganggu.

Saat hujan deras berimbas air meluap, sebagian air menggenangi jalan raya mengakibatkan aspal cepat terkelupas.

Pengelupasan aspal disebut Subekti diiringi dengan melintasnya kendaraan bertonase besar. Sejumlah kendaraan tersebut mengakibatkan jalan amblas, berlubang dipenuhi genangan air.

Saat malam hari kondisi jalan berlubang menurutnya membahayakan pengendara terutama motor. Pada titik Jalinsum di Desa Kelau, Ruang Tengah, Kuripan dan Pasuruan kecelakaan terjadi imbas jalan rusak.

“Kerusakan jalan imbas drainase yang tertutup sampah telah berlangsung hampir tiga tahun terakhir, kerap dibersihkan namun saat musim penghujan volume sampah yang bertambah mengakibatkan pendangkalan,” beber Subekti saat dtemui Cendana News, Kamis (5/3/2020).

Warga lain bernama Ulman di Desa Pasuruan menyebut sampah secara tidak langsung menyumbang kerusakan jalan. Sebab pendangkalan sejumlah saluran irigasi, drainase di area persawahan dan tepi jalan mengakibatkan air meluap ke jalanan.

Meluapnya air pada sejumlah titik berimbas kerusakan pada bahu dan badan yang berlubang, bergelombang.

Kesadaran warga yang kurang berimbas sampah dibuang ke drainase sangat terlihat saat penghujan. Selain material sampah plastik, sebagian batang kayu mengakibatkan air meluap ke jalanan.

Titik Jalinsum yang masih teraliri air dari drainase ke badan jalan berada di wilayah Desa Rawi. Sejumlah lubang yang semakin bertambah besar imbas air yang menggenang di jalan.

“Genangan air yang ada di badan jalan dan selalu dilintasi kendaraan bertonase berat mempercepat kerusakan jalan,” cetusnya.

Pengendara kendaraan bernama Hasan menyebut kerusakan jalan berimbas waktu tempuh kendaraan terhambat. Sebab kendaraan harus menghindari sejumlah jalan rusak bergelombang dan berlubang.

Hasan salah satu pengendara yang merasakan dampak kerusakan Jalinsum berimbas lamanya waktu perjalanan, Kamis (5/3/2020) – Foto: Henk Widi

Pada kondisi jalan mulus tidak rusak ia menyebut jarak tempuh dari Kalianda ke Bakauheni hanya butuh waktu setengah jam. Namun akibat jalan rusak bisa mencapai satu jam.

“Kendaraan tidak bisa dipacu dengan kecepatan tinggi karena jalan bergelombang, berlubang,” cetusnya.

Ia berharap drainase yang tersumbat oleh sampah dibersihkan agar air tidak meluap ke jalan. Pembersihan sejumlah saluran drainase dan irigasi rutin dilakukan oleh UPTD Pengujian dan Konstruksi Kecamatan Penengahan. UPTD itu di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.

Titik yang kerap dibersihkan menurut Sani ada di Desa Belambangan, Kelau. Sebab saluran yang berasal dari Gunung Rajabasa dan menjadi anak sungai kerap dijadikan lokasi pembuangan sampah.

Upaya pembersihan menurutnya dilakukan rutin bersama sejumlah petani yang membutuhkan air irigasi. Namun sampah yang dibuang masyarakat membuat air meluap mempercepat kerusakan jalan.

Lihat juga...