DCML Trirenggo Target Tingkatkan Produksi Kedelai Edamame
Editor: Makmun Hidayat
YOGYAKARTA — Uji coba penanaman perdana komoditas pertanian kedelai Edamame di kabupaten Bantul tepatnya di Desa Cerdas Mandiri Lestari Trirenggo binaan Yayasan Damandiri, terbilang berjalan sukses dalam kurun waktu dua bulan terakhir.
Hal itu terlihat dari hasil panen kedelai yang dihasilkan di lahan demplot KUD Gemah Ripah Trirenggo seluas kurang lebih 1 hektare. Dimana hanya dalam waktu sekitar 65 hari saja, para petani mampu menghasilkan kedelai Edamame sebanyak 10 ton dengan nilai jual Rp8000 per kilogramnya.
Meski begitu, ketua tim teknis uji coba penanaman kedelai Edamame Trirenggo, Budi Santoso menyebut hasil panen itu sebenarnya masih bisa ditingkatkan pada proses penananaman berikutnya.
“Untuk penanaman perdana ini bisa dibilang sudah berhasil. Karena meski ditanam di musim penghujan, namun hasil panennya sangat bagus. Apalagi jika nanti ditanam di musim kemarau, karena memang kedelai cocoknya ditanam di musim kemarau,” katanya belum lama ini.

Budi mengatakan pada penanaman perdana ini, satu pohon kedelai Edamame diketahui bisa menghasilkan 40-50 polong. Dengan kata lain hasil panennya mencapai 1 kilogram per meter persegi atau 10 ton per hektar.
“Padahal dari penelitian yang kita lakukan sebenarnya ada temuan satu pohon itu maksimal bisa menghasilkan hingga sebanyak 80 polong. Atau sebanyak 3 kilogram kedelai per 1 meter persegi. Ini yang akan kita upayakan pada penanaman berikutnya,” katanya.
Lebih lanjut Budi menyebut, dari riset yang ia lakukan, kunci penanaman kedelai Edamame sebenarnya terletak pada pengaturan PH tanah. Selain itu juga terletak pada pemberian pupuk serta pengendalian hama penyakit.
“Kita sudah menemukan formula yang sangat cocok untuk diaplikasikan pada penanaman kedelai Edamame ini. Yakni pemberian pupuk yang bisa sekaligus menjadi pestisida alami. Bahkan pupuk ini juga mampu menetralkan PH tanah. Sehingga sangat cocok,” ungkapnya.
Selain berupaya meningkatkan jumlah produksi, Budi juga tengah melakukan penelitian untuk menekan biaya produksi penanaman kedelai Edamame. Yakni dengan menumbuhlagikan batang kedelai Edamame yang telah dipanen.
“Jika metode ini berhasil maka biaya produksi bisa dipangkas karena petani tidak perlu lagi membeli bibit pada musim tanam berikutnya,” pungkasnya.