DCML Madura Terima Order 20.000 Gagang Sapu per Bulan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

CILACAP – Produksi gagang sapu yang dilakukan Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Madura di Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap terus mengalami peningkatan.

Banyak permintaan yang datang, namun hanya sebagian yang bisa dipenuhi, salah satunya adalah permintaan dari Kabupaten Banjarnegara sebanyak 20.000 per bulan.

“Kalau permintaan cukup banyak, namun tenaga dan mesin kita masih terbatas, sehingga belum bisa memenuhi semua permintaan. Terakhir dari Kabupaten Banjarnegara minta dikirim 20.000 per minggu, namun kemudian kita sanggupi 20.000 batang per bulan,” kata Ketua KUD Mandiri Lestari Sejahtera, Puji Heri Santoso, Senin (23/3/2020).

Ketua KUD Mandiri Lestari Sejahtera, Puji Heri Santoso, Senin (23/3/2020) saat ditemui di Cilacap. Foto: Hermiana E. Effendi

Saat ini, produksi gagang sapu sudah mencapai 700 batang per hari. Gagang sapu tersebut dikirim ke berbagai daerah, mulai dari Jawa Barat hingga beberapa kabupaten di Jawa Tengah.

“Hari ini kita mengirim 5.100 gagang sapu ke Desa Pucung Kidul, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap,” kata Puji Heri.

Sejak beroperasinya pabrik gagang sapu awal bulan Februari lalu, pihak koperasi sudah menjual gagang sapu tiga kali pengiriman.

Pengiriman pertama sebanyak 2.500 batang gagang sapu ke Ciamis, pengiriman kedua meningkat menjadi 3.000 batang sapu dan masih di kirim ke Ciamis. Dan pengiriman ketiga ini sebanyak 5.100 gagang sapu dikirim ke Kroya.

Lebih lanjut Puji Heri menjelaskan, merebaknya penyebaran virus corona tidak membuat permintaan gagang sapu menurun, sebaliknya justru pihaknya kebanjiran permintaan.

Khusus untuk order gagang sapu dari Kabupaten Banjarnegara, diminta dari jenis kayu Pohon Mahoni. Karena kayu jenis tersebut kualitasnya lebih bagus dan jika dibubut dengan mesin, hasilnya lebih halus.

Ada dua jenis gagang sapu yang diorder, yaitu yang super dengan panjang gagang sapu 103 sentimeter dan yang jenis great B, dengan panjang gagang 80 sentimeter. Semuanya dari bahan baku kayu Pohon Mahoni. Harga gagang sapu yang super Rp 1.500 per batang, sedangkan yang great B dijual dengan harga Rp 1.000 per batang.

“Permintaan dari Banjarnegara ini, kita sanggupi mulai bulan depan, karena kita harus menambah mesin terlebih dahulu, supaya bisa mengejar produksi,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu pekerja, Diarto mengatakan, produksi sapu tetap berjalan dan ia juga tetap bekerja seperti biasa di tengah maraknya penyebaran virus corona.

Menurutnya, di pabrik gagang sapu tidak banyak orang, ia hanya bekerja bersama satu orang rekannya saja.

“Tidak ada kerumunan orang banyak di sini, sehingga tetap aman untuk bekerja,” tuturnya.

Lihat juga...