Bupati Banyumas Imbau Perbanyak Berwudhu Cegah Corona

Editor: Koko Triarko

Bupati Banyumas, Ahmad Husein, memberikan penjelasan tentang satu TKW Banyumas yang suspect corona di ruang Djoko Kaiman, Selasa (3/3/2020) sore. -Foto: Hermiana E. Effendi

PURWOKERTO – Meskipun satu TKW dari Banyumas terindikasi suspect corona, Bupati Banyumas, Ahmad Husein mengimbau agar masyarakat tidak panik berlebihan. Bupati menyarankan, sebagai upaya pencegahan awal, masyarakat diminta untuk cuci tangan sesering mungkin serta memperbanyak berwudhu.

“Penularan virus corona itu melalui hidung, wajah dan tangan, jadi kita harus rajin cuci tangan menggunakan sabun serta perbanyak berwudhu. Berwudhu sesuai dengan ajaran Islam, akan membersihkan muka, hidung dan itu salah satu upaya pencegahan yang bisa kita lakukan setiap saat,” terang Bupati, Selasa (3/3/2020).

Lebih lanjut Husein menjelaskan, sepanjang tidak berdekatan dengan orang yang suspect corona, yaitu minimal berjarak dua meter, maka tidak akan tertular. Dan, terus menjaga kebersihan tangan serta wajah.

Dalam waktu dekat, bupati juga berencana akan mengumpulkan para camat, untuk sosialisasi pencegahan dan penularan virus corona.

Para camat ini juga akan dibekali leaflet yang berisi panduan pencegahan dan penanganan virus corona, sehingga penjelasan atau sosialisasi ke masyarakat mempunyai pedoman yang benar.

“Masyarakat Banyumas harus memahami apa itu virus corona, bagamaina penularannya dan bagaimana pencegahannya. Dan, pemahaman tersebut harus benar, sehingga tidak menimbulkan keresahan dan kepanikan berlebih,” jelasnya.

Terkait upaya pemantauan arus TKW yang pulang, Husein juga berkoordinasi dengan Kantor Imigrasi Cilacap. Kedatangan TKW ini akan terpantau melalui permohonan visa dan kedatangannya di imigrasi.

Jika ada TKW yang datang dengan tujuan Banyumas, Kantor Imigrasi Cilcap diminta untuk menginformasikan. Selanjutnya, dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyumas atau pun Dinas Tenaga Kerja akan memantau hingga ke alamat TKW tersebut. Dan, pemeriksaan kesehatan akan dilakukan, guna memastikan yang bersangkutan dalam kondisi sehat atau sakit.

“Untuk TKW di Kabupaten Banyumas terpantau by name by adress dan untuk kedatangan TKW kita akan bekerja sama dengan Kantor Imigrasi,” tuturnya.

Sementara itu, kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun, sebenarnya merupakan kebiasaan sederhana yang sudah sering diajarkan sejak anak usia sekolah. Namun, seringkali hal yang sederhana tersebut terlupakan. Sehingga bupati Banyumas merasa perlu untuk mengingatkan kembali.

Salah satu siswa SMP, Putra Harapan, Syena mengaku selalu cuci tangan dan kaki sehabis bepergian keluar rumah. Setiap kali masuk ke rumah, ia selalu diingatkan oleh ibunya untuk mencuci tangan dan kaki. Dan, kebiasaan tersebut terbawa sampai sekarang.

“Cuci tangan harus pakai sabun supaya bersih, setelah itu baru boleh makan atau pun minum, karena di luar banyak debu, sehingga harus dibersihkan saat masuk ke rumah,” tuturnya.

Lihat juga...