Buku ‘Sistem Ekonomi’ dan ‘Demokrasi Pancasila’ Referensi Utama
Editor: Koko Triarko
JAKARTA – Dua buku berjudul ‘Sistem Ekonomi Pancasila’ dan ‘Sistem Demokrasi Pancasila’ telah resmi meluncur sebagai karya akademik, yang diharapkan mampu menjadi rujukan awal untuk mendalami keluhuran nilai Pancasila dalam dua topik tersebut, yaitu ekonomi dan politik.
Ketua Yayasan Universitas Trilogi, Subiakto Tjakrawerdaya, sekaligus salah satu dari tujuh penulis buku tersebut mengaku senang. Pasalnya, secara pribadi buku tersebut merupakan karya dengan topik yang paling ia tunggu sejak masih menjadi pejabat di masa Orde Baru.
“Sejak berada di pemerintahan pada 1980an, saya termasuk yang mendambakan karya ini. Saya rajin sekali mengikuti seminar tentang ekonomi yang diisi oleh Pak Mubyarto (ahli ekonomi),” terang Subiakto, pada acara peluncuran dua buku itu di Jakarta, Rabu (11/3/2020).
Subiakto menyayangkan, hingga pakar ekonomi nasional itu wafat, karya yang ia dambakan tak kunjung hadir. “Saya dekat betul dengan Pak Mubyarto. Saya heran, kok sampai beliau wafat tidak muncul juga buku yang secara utuh dan menyeluruh sebagai suatu sistem, mulai dari ontologi, epistemologi dan aksiologinya,” papar Subiakto.
Ia pun akhirnya memilih untuk menulis sendiri topik itu, sekaligus mengisi waktu luangnya setelah pensiun sebagai pejabat pemerintah.
“Saya kebetulan ketemu dengan kawan-kawan penulis, ya saya bilang kita coba saja. Walaupun tentu kita sadar memiliki kompetensi yang terbatas terkait dua topik ini, tapi kita coba saja,” tutur mantan Menteri Koperasi dan UMKM di masa Presiden Soeharto itu.
Subiakto juga bersyukur, karena banyak pihak mengapresiasi dua buku tersebut. Ia pun menekankan, bahwa buku itu masih membutuhkan pendalaman, sehingga perlu kajian lebih lanjut.
Direktur Pascasarjana Ilmu Politik Sekolah Pascasarjana Unas, Alfan Alfian turut berbahagia atas hadirnya dua buku karya ilmiah tersebut. Alfan mengaku akan menjadikan dua buku itu sebagai referensi utama di kampusnya.
“Saya akan menjadikan ini sebagai buku utama, referensi wajib bagi mahasiswa pascasarjana ilmu politik Unas,” ujar Alfan.
Tokoh lain yang juga mengapresiasi dua buku itu adalah Yudi Latif. Penulis buku ‘Mata Air Keteladanan Pancasila Dalam Perbuatan’ ini menyatakan, bahwa buku ‘Sistem Demokrasi Pancasila’ dan ‘Ekonomi Pancasila’ adalah sebuah karya yang hadir di waktu yang tepat.
“Sekarang ini kalau bicara Pancasila di kampus, rasanya kita seperti sedang mengigau. Karena orang tidak banyak yang memahami nilai-nilai luhur Pancasila. Nah, saya harap buku ini bisa mencerahkan banyak orang, agar bisa melihat Pancasila lebih dalam lagi,” pungkasnya.