Diskeswan Pessel Lakukan Vaksinasi Rabies
Editor: Koko Triarko
PESISIR SELATAN – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatra Barat, memberikan vaksin rabies terhadap hewan liar di daerah setempat, guna menekan penyebaran penyakit rabies, yang disebabkan oleh gigitan anjing atau kucing di wilayah kerja Puskeswan Tarusan.
Kepala Puskeswan Terpadu Tarusan, Yusril, mengatakan kegiatan itu dilakukan untuk menjawab keresahan masyarakat terhadap banyaknya anjing liar, dan kekhawatiran terjadinya penyebaran penyakit rabies. Sehingga, dilakukan vaksinasi rabies terhadap hewan peliharaan dan hewan liar sejak tanggal 9 Maret hingga hingga 12 Maret 2020.
Ia menyebutkan, penyakit rabies merupakan penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh virus rabies. Penyakit ini sangat mematikan dan bersifat zoonotik atau menular dari hewan ke manusia.
Artinya, dari hewan liar itu dapat menularkan rabies, di antaranya anjing, kucing, kera, rakun, dan kelelawar, sehingga sangat penting untuk dikendalikan keberadaannya. Sejauh ini sudah banyak hewan yang telah diberi vaksin, khusus untuk daerah Tarusan.
“Pemberian vaksin rabies sangat penting untuk mengantisipasi penyebaran virus rabies kepada sesama Hewan Perantara Rabies (HBS) dan manusia,” katanya, Rabu (11/3/2020).
Yusril menyampaikan, rabies merupakan suatu hal yang tidak mungkin dihindari dan bisa menyerang siapa pun, bila tidak dilakukan pengendalian secara khusus.
Untuk itu, perlu dilakukan pemberian vaksin, agar hal-hal buruk dari sisi kesehatan dari hewan ini tidak berdampak kepada manusia yang ada di sekitarnya.
Menurut data statistik Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan 2019, populasi anjing di Kabupaten Pesisir Selatan mencapai 25.318 ekor dan di Kecamatan Koto XI Tarusan yang tercatat sebanyak 1.866 ekor.
“Tingginya populasi ternak anjing ini tentu memberi rasa khawatir pada masyarakat, sehingga perlu dilakukan penanggulangan,” jelasnya.
Dia juga mengungkapkan, untuk tahap awal di Kecamatan Koto XI Tarusan pemberian vaksinasi rabies sudah dilakukan terhadap 80 ekor anjing dan 19 ekor kucing.
“Jumlah pelayanan vaksinasi rabies yang dilakukan pada tahap awal ini memang masih jauh dari target, mengingat tingginya populasi hewan pembawa rabies di Kecamatan Koto XI Tarusan,” katanya.
Menurutnya, dengan dilakukannya vaksinasi rabies ini, diharapakan masyarakat makin menyadari akan pentingnya kesehatan hewan, agar terhindar dari penyakit rabies. Serta diimbau, masyarakat agar mau berperan aktif memvaksinasi hewannya sesuai waktu yang telah ditentukan.
Salah seorang warga setempat yang memelihara anjing, Riko, mengatakan, meskipun anjing peliharaannya terbilang perawatannya cukup bagus, namun dalam hal pemberian vaksin itu perlu dilakukan. Sebab, yang namanya penyakit tidak diketahui kapan menyerangnya.
“Saya punya anjing ini berburu, karena masyarakat di sini banyak suka berburu babi dengan anjing. Jadi, apa yang dilakukan oleh dinas kesehatan hewan ini, kita sambut baik. Sebab kalau disuntik sendiri, perlu mengeluarkan biaya,” sebutnya.
Riko berharap, kegiatan yang dilakukan oleh Pemkab Pesisir Selatan tidak hanya sebatas daerah Tarusan saja. Karena hampir rata-rata rumah penduduk di Pesisir Selatan banyak yang memelihara anjing, yang merupakan angjing pemburu di hutan.
“Kalau hewan liar banyak juga, tidak hanya anjing, kucing juga banyak. Tapi banyak masyarakat yang tidak menyukai anjing, karena takut dan dinilai tidak baik untuk dipelihara di rumah,” ungkapnya.