BPBD Sulteng Ingatkan Masyarakat akan Cuaca Ekstrem
PALU — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem yang mulai melanda beberapa daerah di provinsi itu.
“Bencana alam banjir bandang di Kecamatan Lore Barat, Kabupaten Poso yang terjadi pada Selasa (3/2) harus menjadi pelajaran bagi kita semua,” kata Kepala BPBD Sulteng, Bartholomeus Tandigala di Palu, Rabu (4/3/2020).
Ia mengatakan bencana tersebut dikarena hujan lebat yang mengguyur wilayah Lore Barat selama beberapa hari terakhir ini.
Di Sulteng, kata dia, beberapa wilayah diguyur hujan ringan sampai lebat sehingga perlu di waspadai masyarakat, terutama yang berada di pinggiran sungai dan juga bukit-bukit, sebab banjir dan longsor sewaktu-waktu bisa terjadi.
Dalam mengahadapi cuaca ekstrem, masyarakat tidak boleh lengah.Harus selalu siaga, sebab bencana alam datang secara tiba-tiba.
Kecamatan Lore Barat yang terletak di Kabupaten Poso selama ini memang termasuk kabupaten rawan benjir dan longsor.
Hampir seluruh kabupaten/kota di Provinsi Sulteng rawan bencana alam banjir dan tanah longsor.
Banyak sungai kecil, sedang dan besar. Selain itu struktur tanahpun labil sehingga muda longsor saat curah hujan meningkat.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari BMKG setempat, beberapa wilayah di Sulteng, termasuk Kabupaten Poso berpeluang besar di guyur hujan deras dan juga disertai angin kencang.
Sepenjang 2019 berdasarkan data yang ada pada BPBD Provinsi Sulteng beberapa wilayah dilanda bencana banjir dan longsor seperti Kabupaten Tolitoli, Kabupaten Banggai, Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Donggala, Kabupaten Morowali dan Kabupaten Sigi dan Kota Palu.
Kota Palu rawan banjir kiriman karena terdapat sungai besar dan anak empat anak sungai yang bermuara di Sungai Palu. [Ant]