Beringin Dolar, Favorit Pecinta Tanaman Hias di Semarang

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

SEMARANG – Nama beringin dolar belakangan ini semakin dikenal oleh pecinta tanaman hias. Jika awalnya hanya dibudidayakan sebagai bonsai, kini menjelma menjadi tanaman mahal kelas premium untuk taman.

Tak jarang dalam suatu taman, beringin dolar menjadi titik pusat atau maskotnya. Bentuknya yang indah, dengan pohon keras tinggi menjulang dengan rimbunan daun kecil dipucuk batang, dipercaya dapat mengangkat gengsi sebuah rumah, sekaligus membawa keberuntungan.

Tingginya permintaan masyarakat, membuat para penjual tanaman hias mensiasati dengan menyambung beringin dolar, dengan batang pohon beringin, preh dan jenis ficus lainnya. Tujuannya, agar mendapatkan batang pohon beringin dolar yang gagah, sebab jika menanam dari bibit akan membutuhkan waktu yang lama untuk bisa besar.

“Perawatannya mudah. Agar tampil menawan harus rutin dipangkas, dipupuk sampai disemprot insektisida dan fungisidia. Tujuannya agar tanamannya sehat, bebas penyakit,” papar Lilis Yuaningsih, salah seorang penjual tanaman hias di kawasan Tembalang, Semarang, Senin (23/3/2020).

Selain itu, juga perlu dipupuk secara rutin. Ada sejumlah pupuk yang bisa digunakan, mulai dari pupuk kandang, pupuk cair hingga pupuk NPK. Tujuannya agar kebutuhan unsur hara tanaman tercukupi dan bisa tumbuh subur.

Dengan kesehatan yang terjaga, lanjutnya, beringin dolar juga akan enak dipandang maupun tampil mengesankan. Faktor penting lain, agar komposisi tanaman seimbang serta enak dilihat, perlu pemangkasan rutin, baik ranting-ranting, dahan ataupun cabang-cabangnya.

“Biasanya dari penjual sudah dibentuk modelnya, jadi nanti pembeli tinggal merapikannya saja. Tidak perlu susah-susah membentuk lagi,” terangnya.

Ditanya soal harga, Lilis mengaku beragam. Tergantung dari ukuran pohon beringin dolar. Dijelaskan, harga mulai Rp 4 juta hinggga puluhan juta rupiah.

“Paling murah di sini Rp 4 juta, untuk ketinggian pohon sekitar 2 meter dengan kolom atau diameter batang kira 20 centimenter. Ada juga yang harganya Rp 25 juta, diamternya sudah 50 centimeter, tingginya juga sekitar 2,5 meter, rimbun, ada banyak cabang pohonnya,” tandasnya.

Sementara, salah seorang penggemar tanaman hias, Bambang HP mengaku tertarik dengan beringin dolar.

“Karakteristik pohonnya gagah, dari batang kesannya sudah tua, dari segi daun rimbun, kecil-kecil, terlihat rapi. Kebetulan di rumah juga ada koleksi tanaman yang hampir mirip, yakni anting puteri,” terangnya.

Disinggung apakah akan segera memboyong tanaman beringin dolar, pria yang juga manajer sebuah perusahaan swasta tersebut mengaku masih mempertimbangkan.

“Harganya lumayan mahal di kantong. Mudah-mudahan nanti ada rejeki, bisa membelinya,” paparnya sembari tertawa.

Lihat juga...