Baznas Buka Lelang Jabatan Direktur Penghimpunan Zakat

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) resmi membuka lelang jabatan untuk memimpin aktivitas layanan zakat bagi masyarakat, sebagai Direktur Pengumpulan. Posisi ini ditujukan untuk para profesional yang memiliki kemampuan kepemimpinan dan manajerial, terutama dalam bidang zakat.

Ketua Panitia Seleksi Lelang Jabatan, Zainulbahar Noor, mengatakan sebagai lembaga pemerintah nonstruktural yang mengelola dan mengkoordinasikan zakat secara nasional, Baznas saat ini dipercaya publik berkat komitmen dan berbagai program pengelolaan zakatnya.

“Kepercayaan publik kepada BAZNAS meningkat dengan sangat baik, dan mendorong pengumpulan Zakat, Infak, Sedekah (ZIS) yang menggembirakan,” kata Zainul pada konferensi pers di kantor Baznas, Jakarta, Jumat (6/3/2020).

Untuk mendorong keberlanjutan penguatan pengumpulan zakat ini, maka Baznas membuka kesempatan kepada para profesional untuk menjadi Direktur Penghimpunan Baznas.

“Kehadiran Direktur Penghimpunan ini penting untuk menjaga tren positif Baznas dalam pengumpulan zakat, yang selalu mengalami kenaikan setiap tahunnya,” kata Zainulbahar Noor yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Baznas.

Sehingga dapat memaksimalkan potensi zakat di Indonesia, agar makin banyak lagi masyarakat kurang mampu yang dapat terlayani lewat program-program Baznas.

Apalagi, memasuki era revolusi industri 4.0 dalam mengkoordinasikan kegiatan pengumpulan zakat nasional di 34 Provinsi, 481 Kabupaten/Kota, dan 78 Lembaga Amil Zakat (LAZ).

Sehingga ke depan, Baznas membutuhkan sosok yang memiliki ambisi positif memimpin pengelolaan digital fundraising secara kreatif dan inovatif.

“Ini sangat penting, karena digital tidak akan melangkah mundur ke belakang,” tukasnya.

Menurutnya, pengumpulan zakat sifatnya tradisional bisa agak berat tererlisasi. Namun dengan penerapan revolusi 4.0 yang digawangi oleh Direktur Penghimpunan Baznas, target maksimal tercapai.

Dengan adanya Direktur Penghimpunan baru, diharapkan nantinya akan memperkokoh Direktorat Penghimpunan dalam melakukan pengumpulan Zakat, Infak, Sedekah (ZIS) dari masyarakat.

Baznas berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan dalam menjalankan amanah, sebagai badan zakat milik negara yang kredibel melayani umat.

Direktur Operasional Baznas, Wahyu T.T Kuncahyo, menambahkan, pihaknya telah resmi membuka lelang jabatan Direktur Penghimpunan Baznas dengan sangat ketat.

Baznas membuka lelang jabatan ini karena sebagaimana diketahui, perkembangan Baznas sudah makin meningkat setiap tahunnya.

“Kami merasa sudah saatnya untuk lebih mewadahi perkembangan pengumpulan zakat yang makin baik dari waktu ke waktu. Kami ingin lebih kuat dan lebih baik lagi pengelolaan zakat,” kata Wahyu.

Dengan  mengkhususkan untuk membuat posisi jabatan penghimpunan zakat, yang secara umum dapat menguatkan posisi untuk pengumpulan bukan hanya Baznas pusat, tapi juga Baznas Provinsi, Kabupaten, Kota terkoordinasi di seluruh Indonesia.

“Ya, harus kreatif dan inovatif memasuki industri 4.0. Kita sekarang melihat segmentasi di dalam digital fundraising, jadi lebih kuat,” ujarnya.

Pendaftaran lelang jabatan ini dibuka Rabu (4/3) hingga Minggu (15/3). Kemudian dilanjutkan seleksi administrasi pada Senin (16/3) hingga Kamis (19/3), dan pengumuman akhir Selasa (21/4) dan Rabu (22/4).

“Usia minimal 30 tahun, dan pendidikan S1,” pungkasnya.

Lihat juga...