Bantu UKM Naik Kelas, Wiranesia Beri Pelatihan ‘Coaching Clinic’

Editor: Makmun Hidayat

BEKASI — Ratusan pelaku usaha kecil menengah (UKM) mengikuti pelatihan coaching clinic (PCC) yang dihelat Wiranesia Inkubator bersama Dinas  Koperasi dan UKM Kota Bekasi, Jawa Barat.

Pelatihan tersebut digelar selama dua hari,  9-10 Maret 2020 bertempat di Rumah Kreatif Bekasi (RKB), Jalan Ir. H. Juanda  Margahayu. Pelaku UKM di Bekasi diberi pelatihan membuat business plan  (rencana bisnis) agar lebih berkualitas.

“Pelatihan ini digagas Wiranesia Inkubator untuk meningkatkan kompetensi bagi para pelaku usaha UMKM di kota Bekasi agar memiliki kapasitas atau naik kelas,” ujar Herawan Kepala Seksi Pembiayaan UMKM Dinas Koperasi dan UKM Kota Bekasi, Selasa (10/3/2020).

Herawan, Kepala Seksi Pembiayaan UMKM Dinas Koperasi dan UKM Kota Bekasi, Selasa (10/3/2020). -Foto: M. Amin

Dikatakan melalui pelatihan tersebut  untuk menumbuhkan kompetensi para pelaku usaha. Wiranesia Inkubator sendiri telah memiliki pengalaman dan terus memberi bimbingan disetiap daerah tak hanya di wilayah Kota Bekasi dalam meningkatkan kapasitas pelaku usaha.

Menurutnya melalui pelatihan mentor yang ditunjuk sebagai narasumber akan memberi penjelasan mulai dari teknik bagaimana memulai star up hingga terakhir coaching.

Herawan berharap wirausaha di Kota Bekasi bukan hanya dari komunitas namun dari para pelaku usaha itu sendiri, tentunya itu akan lebih bagus, sehingga ke depan UMKM bisa naik kelas.

“Pertama, semangat ke depan para pelaku usaha diharapkan untuk membuat galeri-galeri,” tukasnya.

Dia mengatakan bahwa di Bekasi beberapa kecamatan sudah membuat galeri bagi para pelaku usaha. Hingga kini, imbuhnya, ada enam kecamatan lagi akan melaksanakan kegiatan kerja sama konsinyasi antara pelaku usaha dengan pelaku UMKM lainnya.

Adapun persoalan satu permasalahan pelaku usaha di kota Bekasi adalah akses pasar. Namun demikian dia menjanjikan secara perlahan  Dinas UKM akan terus meningkatkan lagi sistem  kemitraan dengan pihak ketiga maupun stakeholder lainnya yang peduli dengan UMKM.

Sementara itu dukungan korporasi dengan pelaku usaha UMKM, kata Herawan, hampir sebahagian besar dalam rangka peningkatan SDM, mulai dari perbankan, para pelaku usaha, bahkan akademisi selalu ikut serta meningkatkan SDM ataupun uji kemampuan di kota Bekasi.

“Respon terhadap pelaku usaha UMKM di Bekasi sangat bagus,” tandasnya.

Namun demikian dia menyatakan jika ingin produk UMKM disejajarkan dengan produk luar tentunya  harus juga bersinergi dengan harga dan biaya di luar sana. Sehingga bisa bersaing dengan produk-produk luar.

Hadir sebagai pembicara dalam acara tersebut coach Yanti sebagai owner fashion brand Yanti S Fouri, coach Nina Praktisi Afiliasi, Auditor SNI dan coach Rita, owner Rita Collection (Craft), serta perwakilan dari Dinas Tenaga Kerja dan Dinas Koperasi dan UKM Kota Bekasi.

Lihat juga...