Pemprov Minta Kunjungan Wisman di Pulau Cubadak-Mentawai Dipantau

Editor: Makmun Hidayat

PADANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat meminta kepada Pemerintah Kabupaten Pesisir untuk melakukan pemantauan di kawasan wisata Pulau Cubadak, mengingat di sana merupakan tempat wisata yang dikelola oleh investor asal Italia.

Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, mengatakan, pemerintah berkomitmen untuk mengantisipasi masuknya wabah virus corona atau Covid-19. Selain kini Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Padang telah melakukan pemindaian suhu tubuh terhadap penumpang internasional yang datang, langkah-langkah antisipasi lainnya juga perlu dilakukan.

Seperti, daerah-daerah tujuan wisata juga perlu untuk dipantau kedatangan wisatawan asing. Di Sumatera Barat ada dua daerah yang terbilang cukup banyak di datangi wisatawan asing, seperti Kabupaten Pesisir Selatan dan Kabupaten Kepulauan Mentawai. Untuk daerah Kepulauan Mentawai, pemkab telah melaporkan kondisi di Mentawai terbaru.

“Di Mentawai itu wisatawan asing yang datang kebanyakan berlibur di pulau dan ada juga menaklukkan ombak besar di Mentawai yakni melakukan surfing. Karena ombak Mentawai ini memang terkenal di dunia,” katanya, Selasa (10/3/2020).

Untuk Mentawai, Pemprov Sumatera Barat telah menyampaikan kepada pemkab setempat untuk memantau setiap wisatawan asing yang masuk. Apalagi Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) telah mengeluarkan larangan pendatang dari sejumlah negara untuk masuk wilayah Indonesia.

Pendatang yang dilarang adalah mereka yang datang atau punya riwayat perjalanan dari wilayah-wilayah tertentu dari 4 negara yaitu China, Iran, Korea Selatan, dan Italia. Di Pesisir Selatan ada Pulau Cubadak yang dikelola oleh investor asal Italia.

“Untuk ke Pulau Cubadak itu, saya sudah sampaikan kemarin dalam rapat kepada Kepala Dinas Kesehatan Pesisir Selatan bahwa perlu segera turun ke pulau, dan pastikan kondisi mereka baik-baik saja,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, Merry Yuliesday, mengatakan, seluruh Dinas Kesehatan perlu untuk turun ke lapangan memantau situasi ke lapangan. Titik keberadaan pendatang luar dari Indonesia perlu untuk diperiksa kesehatannya, sehingga bisa memastikan aman atau tidak orang dimaksud apabila berkomin dengan masyarakat sekitarnya.

“Wisatawan asing yang datang ke  Pulau Cubadak dan pihak agen travel yang membawa mereka, juga perlu dilakukan pemeriksaannya. Intinya boleh saja masuk, asalkan kondisi mereka sehat dan tidak terdeteksi virus corona,” jelasnya.

Artinya, keberadaan orang yang bukan warga Indonesia perlu untuk dicek kondisi kesehatannya. Baik yang baru datang, maupun yang telah lama ada di suatu daerah.

“Cuma saran saya kepada Pak Kadis Kesehatan Pesisir Selatan agar coba datang ke Pulau Cubadak. Sampaikan kepada pengelolanya, jika wisatawan asing masuk harap kabari dan pastikan mereka sehat,” sebutnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Pesisir Selatan,Satria Wibawa mengatakan, soal kasus suspect virus Covid 19, di Pesisir Selatan ada salah satu masyarakat yang suspect corona. Namun setelah dilakukan pemeriksaan di M Djamil, ternyata hasilnya negatif, dan yang bersangkutan telah beraktivitas seperti sediakala.

Kasus kedua, ada warga Surantih yang sekolah di Wuhan. Tapi setelah di karantina , akhirnya mendapatkan sertifikat bahwa yang bersangkutan juga negatif, dan bisa kembali daerah asal.

Meskipun begitu,  katanya, Edaran Kesiapsiagaan Corona di Pesisir Selatan sejak 22 Januari 2020 telah dikeluarkan,  dan juga saat ini telah diperpanjang. Kemudian sosialisasi juga telah dilakukan di seluruh rumah sakit, dan Puskesmas yang ada di Pesisir Selatan.

Terkait wisatawan ke Pulau Cubadak, ujar Kadiskes, pihaknya mengalami kesulitan.  Karena selain yang masuk dari Pesisir Selatan juga ada yang masuk dari Muara Padang, dan menggunakan jalur laut dan langsung menuju Pulau Cubadak.

“Kami harap bantuan yang datang dari Muaro dan Bungus juga diawasi yang dalam hal ini yang bisa dilakukan oleh KKP Padang,” sebutnya.

Lihat juga...