Abrasi Pantai Timur Lamsel Rusak Fasilitas Nelayan

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

LAMPUNG — Laju kerusakan pantai timur Lampung Selatan (Lamsel) terus terjadi akibat angin kencang dan gelombang. Meliputi fasilitas gubuk tempat transaksi jual beli hasil tangkapan, pohon peneduh hingga lokasi tambat perahu.

Haludin, warga Dusun Sukabandar, Desa Legundi, Kecamatan Ketapang menyebutkan, abrasi berimbas daratan menjauh dari pantai. Sebagai perbandingan, pada tahun 2000, jarak daratan pulau Sumatera dan pulau Seruling mencapai 50 meter, namun di 2020, jarak keduanya mencapai 200 meter.

Beberapa pohon berusia puluhan tahun yang tumbuh di pantai Sukabandar kini hanya tersisa bagian akar. Kerusakan akibat abrasi mengakibatkan pohon yang dijadikan lokasi tambat hilang.

“Selain berimbas pada sejumlah pohon yang tumbang, abrasi pada sepanjang pesisir pantai Legundi mengakibatkan perumahan warga yang berada di dekat pantai mundur lebih jauh ke daratan untuk mencegah kerusakan,” papar Haludin saat ditemui Cendana News di pantai Desa Legundi, Rabu (11/3/2020).

Haludin menyebutkan, kerugian akibat abrasi berdampak pada lingkungan pantai dan hilangnya aset warga. Sebelumnya, masyarakat bisa melakukan pemanenan sejumlah tanaman produktif seperti kelapa, pisang dan tanaman buah.

Memanfaatkan lahan yang terkena abrasi, Haludin menyebut pantai digunakan sebagai lokasi budidaya rumput laut, kerang hijau. Usulan kepada pemerintah melalui musyawarah rencana pembangunan (Musrembang) telah dilakukan untuk pembuatan tanggul penahan gelombang.

Rusani, nelayan lain di Desa Legundi menyebutkan,  perahu yang ditambatkan pada tepi pantai rawan terkena hantaman gelombang akibat tidak ada penahan gelombang.

“Kami mengusulkan agar pihak terkait bisa membuat penahan gelombang dan kolam tambat agar nelayan tidak kuatir resiko kerusakan perahu,” beber Rusani.

Amran Hadi, nelayan pembudidaya rumput laut dan kerang hijau menyebutkan, laju abrasi sangat cepat, mencapai 5 meter pertahun. Bahkan bisa lebih saat kondisi cuaca buruk.

“Ratusan pohon yang ada di pesisir Legundi tumbang akibat gelombang pasang hanya menyisakan akarnya,” tutur Amran Hadi.

Amran Hadi menambahkan lokasi pohon yang tumbang menurutnya semula berjarak 50 meter dari pantai. Namun imbas abrasi jarak pantai dengan fasilitas bangunan nelayan hanya berjarak 5 meter.

Lihat juga...