Unik, Kerajinan Miniatur dari Bekas Sedotan Plastik
Editor: Koko Triarko
BOGOR – Di tangan Iyas, seorang officeboy di salah satu pabrik permen di wilayah Kabupaten Bogor, sebuah plastik sedotan bisa diubah menjadi barang bernilai artistik.
Mang Iyas (42), begitu ia akrab dipanggil di lingkungannya Kampung Parung Tanjung, Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, memiliki kreativitas menyulap sedotan menjadi benda seni yang memiliki nilai jual di tengah kesibukan bekerja.
Ide untuk membuat kerajinan dari bahan sedotan tersebut sebenarnya dimulai Mang Iyas sejak 2009. Hal itu berawal dari keinginan anaknya yang merengek meminta untuk dibelikan mainan mobil-mobilan.
“Waktu itu, saya bilang ke anak, ayah buatin aja ya, mainan. Lalu, saya buat dari bahan sedotan yang kasih roda dan tali untuk tarikannya,” ujar Mang Iyas, mengaku anaknya senang melihat karyanya itu, Selasa (18/2/2020).

Oleh anaknya, mainan tersebut dibawa keliling di lingkungan sekitar Kampung Parung. Rupanya mainan itu menarik perhatian tetangga, hingga banyak yang pesan untuk dibuatkan mobil-mobilan, karena terkesan dengan mainan anaknya Mang Iyas.
Melihat banyaknya pesanan tersebut, Mang Iyas mengaku terus berkreasi, dengan mencari ide lainnya. Salah satunya membuat rumahan, saung khas Sunda dan motor-motoran atau pun miniatur rumah ibadah menggunakan bahan sedotan.
“Banyak juga yang pesan, untuk dibuatkan miniatur rumahan. Hingga terakhir saya berkreasi membuat motor Honda Revo, dengan ukuran lumayan besar,” tukasnya.
Mang Iyas mengaku sudah vakum sejak 2011, tapi sekarang banyak lagi permintaan dari sekolah atau pun lainnya meminta dibuatkan miniatur berbagai bentuk rumahan atau kendaraan.
“Kemarin ada salah satu SD meminta untuk diberi pelatihan teknik kerajinan berbahan sedotan. Tapi saya kan kerja, bisanya saat waktu libur baru bisa menularkan ilmu kerajinan,” tukasnya.
Egi Pancuh, keponakannya yang rajin mengunggah karya Mang Iyas melalui media sosialnya, mengaku setelah diunggahnya banyak komentar dan pesanan. Mereka ingin memesan motor, mobil, dan perahu.
“Saya sekarang secara tidak langsung jadi tim pemasaran Mang Iyas. Karena sekarang Mang Iyas baru mulai merintis lagi, setelah vakum cukup lama,”ungkap Egi.
Banyak kreativitas yang dibuat, seperti motor, mobil, rumahan, past foto, gazebo ukuran mini, kapal-kapalan dan handuk. Semua menggunakan bahan baku dari sedotan. Untuk pengerjaan ungkap Egi, tergantung dari ukuran, karena menurutnya Mang Iyas mengerjakan saat pulang kerja.
“Seperti rumah mini, biasanya Mang Iyas memerlukan waktu empat hari, karena dikerjakan setelah pulang kerja, kalau fokus paling dua hari kelar,” papar Egi.
Lebih lanjut, Egi mengaku untuk harga dari karya Mang Iyas dilihat dari tingkat kerumitan dan ukuran. Harga biasanya dipasang mulai Rp150 ribu sampai Rp500 ribu. “Kalau bahan bakunya dari pemesan tentu harga beda, tapi kalau semua dari kami, ada harga tersendiri pasti beda,” ungkap Egi.
Dalam pembuatan kerajinan sedotan tersebut, Mang Iyas, hanya menggunakan bahan jarum, gunting dan lilin. Kerajinan bahan sedotan tidak menggunakan lem. Karena sedotan dipanaskan, lalu ditempel tanpa menggunakan tali.
“Tapi harus sudah ahli, sehingga terlihat rapi. Seperti Mang Iyas, susah terbiasa. Tingkat kesulitan hanya paling perpaduan warna karena membutuhkan kreativitas dalam menyusun warna, agar hasilnya berkesan,” pungkas Egi.