Seluruh Civitas Akademika UMP Diharapkan Pimpin Perubahan
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
PURWOKERTO – Tahun 2020 ini, Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) tengah dalam proses menuju akreditasi unggul, dimana akreditasi uggul merupakan yang tertinggi, di atas akreditasi A. Karenanya seluruh civitas akademika diharapkan membawa perubahan di bidangnya masing-masing.
“Saya belajar dari Pak Malik Fajar saat beliau memimpin Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dari kampus yang bukan apa-apa kini menjadi kampus yang sangat diperhitungkan. Saya bertanya kepada Pak Malik apa kuncinya dan beliau menjawab, semua penghuni kampus selalu ditekankan untuk memikirkan hal yang baru, membuat perubahan yang lebih baik,” kata Rektor UMP, Dr. Anjar Nugroho, usai melantik 35 wakil dekan, kepala sekretariat rektor, kepala biro, ketua LDC, direktur LSP, sekretaris lembaga dan kepala perpustakaan, Jumat (28/2/2020) di Aula AK, Anshori UMP.

Menurutnya, saat ini UMP sedang dalam proses akreditasi unggul, pengajuan dan persyaratan sudah dikirim dan tinggal menunggu visitasi. Secara simulasi hitungan, nilai unggul sudah bisa diperoleh UMP, baik dari sisi jumlah doktor, profesor dan lain-lain.
Namun, lanjut Rektor UMP, masih diperlukan peran serta seluruh pihak untuk memajukan UMP menjadi universitas terkemuka di Indonesia. Karenanya, Anjar berharap, seluruh civitas akademika untuk bisa membawa dan memimpin perubahan di lingkungan masing-masing.
“Sekarang dinamika dunia pendidikan luar biasa, karena itu dekan, wakil dekan dan lainnya harus mampu melihat perubahan tersebut dan menyesuaikan, sehingga tidak tertinggal. Sebaliknya justru kita harus mampu memimpin perubahan,” terangnya.
Tugas lain dari dekan dan wakil dekan, kata Rektor, adalah mendorong para dosen untuk meraih gelar doktor. Bagi yang sedang menempuh pendidikan S3, supaya terus dikawal sehingga bisa selesai tepat waktu.
“Gongnya adalah 2020, UMP terakreditasi unggul,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMP, KH Ahmad Kifni menyampaikan, beberapa pesan kepada pejabat yang baru dilantik.
Antara lain, harus segera bekerja setelah dilantik, kemudian mendudukkan jabatan di tangan dan bukan di hati, sehingga jika ada rotasi tidak menjadi sakit hati, memegang filosofi menggenggam, dalam arti jangan ada ego individual atau ego sektoral, tetapi yang harus ditumbuhkan adalah ego universal.
“Filosofi menggenggam lima jari ini supaya kuat dan memajukan UMP dengan kualitas dan ciri khas,” pesannya.
Di akhir pesan, KH Ahmad Kifni mengatakan, dalam memimpin UMP jangan mengedepankan rombak total, tetapi lebih kepada meneruskan dan merombak yang perlu dirombak saja.
Ia mencontohkan pemerintah sekarang sudah menghapus Pedoman, Penghayatan dan Pengalaman Pancasila atau P4, namun kemudian membuat Badan Pembinaan Ideologi Pancasila atau BPIP dengan tujuan yang sama dengan P4.