Puskesmas Ketapang Gelar Pemeriksaan IVA Saat Musrembang

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

LAMPUNG — Memudahkan pelayanan bagi masyarakat, terutama ibu rumah tangga, UPT Puskesmas rawat inap Ketapang gelar pelayanan pemeriksaan IVA saat musyawarah rencana pembangunan (Musrembang),Jumat (14/2/2020).

Samsu Rizal, KUPT Puskesmas Rawat Inap Ketapang Lampung Selatan saat kegiatan Musrembang di Desa Pematang Pasir, Jumat (14/2/2020). Foto: Henk Widi

Kepala UPT Puskesmas rawat inap Ketapang, Sams Rizal menyebutkan, pemeriksaan Inpeksi Visual Asetat (IVA) tersebut dilakukan untuk deteksi dini kanker leher rahim.

Pemeriksaan sangat diperlukan bagi wanita yang sudah menikah. Selama ini kanker leher rahim atau kanker serviks menjadi penyakit yang diderita kaum perempuan dan selama ini sejumlah wanita enggan melakukan pemeriksaan IVA.

“Sosialisasi kepada para wanita yang sudah menikah terus dilakukan agar tingkat kesadaran wanita semakin tinggi dan diberikan pemahaman bahwa pemeriksaan tersebut tidak sakit,” terang Samsu Rizal saat ditemui Cendana News di Ketapang.

Ia juga menyebut pemeriksaan IVA cukup murah jika dibanding sejumlah tes untuk deteksi kanker. Berbiaya maksimal Rp25.000 dengan metode meneteskan asam asetat.

Samsu Rizal menyebut tes IVA cukup singkat dengan meneteskan asam asetat ke leher rahim. Perubahan warna saat penetesan asam asetat bisa menunjukkan ada atau tidaknya masalah pada leher rahim.

“Jika terjadi perubahan warna jika berubah warna putih maka terjadi kelainan” beber Samsu Rizal.

Selain pelayanan test IVA bagi wanita di kecamatan Ketapang juga dilayani pemeriksaan KB serta pemberian pil, IUD dan implant. Pelayanan tersebut menurutnya dilakukan dengan menggunakan fasilitas BPJS sehingga memudahkan pelayanan bagi sejumlah ibu rumah tangga.

Selain pelayanan KB dan test IVA juga digelar pemeriksaan kesehatan gratis tensi darah, kadar gula dalam darah dan konsultasi kesehatan.

Yuni Susanti, salah satu ibu rumah tangga di Desa Pematang Pasir menyebut baru pertama kali melakukan test IVA. Selama menikah 15 tahun dengan tiga orang anak. Saat pemeriksaan ia menyebut tidak sakit dan hanya sebentar.

“Selama ini saya tidak pernah mengalami keluhan sakit, pemeriksaan dilakukan pada area genital agar tidak timbul kanker,” beber Yuni Susanti.

Selain melakukan test IVA Yuni Susanti menyebut melakukan pemeriksaan KB. Sebab setelah memiliki tiga anak ia berniat memasang KB implant.

Meria Herisa, salah satu bidan yang bertugas di posko kesehatan UPT Puskesmas Ketapang menyebut pelayanan KB dan IVA bisa dilakukan di sejumlah bidan desa. Kepada sejumlah wanita yang sudah menikah ia menganjurkan agar rutin melakukan pemeriksaan IVA.

Konsultasi pada sejumlah bidan desa bisa dilakukan oleh wanita yang sudah menikah untuk pelayanan KB dan test IVA.

Lihat juga...