PMD Lamsel Dorong Tiap Desa Kembangkan Potensi

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Lampung Selatan, mendorong setiap desa untuk memaksimalkan potensinya masing-masing.

Kepala Bidang Kelembagaan dan Sosial Dinas PMD Lampung Selatan, Nasron, menyebut salah satu potensi itu adalah usaha kecil mikro menengah (UMKM). Setiap desa memiliki kearifan lokal dan potensi yang bisa dikembangkan untuk peningkatan ekonomi masyarakat.

Kegiatan lomba desa yang digelar di 17 kecamatan di Lamsel, bisa memacu pembangunan yang ada di setiap desa. Pembenahan yang dilakukan meliputi kelembagaan perangkat desa, kelembagaan PKK serta sejumlah program yang ada di dalam aturan. Kegiatan yang bisa dilakukan tertuang dalam UU dan Peraturan Menteri Desa.

Samsiah (kanan), tim PKK Kabupaten Lampung Selatan meninjau produk kuliner dan kerajinan tangan UP2K Desa Tri Dharma Yoga, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, Selasa (11/2/2020). -Foto: Henk Widi

Keberadaan UMKM di setiap desa, menurut Nasron menjadi satu sektor penggerak ekonomi masyarakat. UMKM bisa mendorong pemberdayaan masyarakat, terutama para wanita.

Kepala desa dibantu aparatur desa, bisa melakukan sejumlah program melalui PKK.

“Program UMKM yang ada harus bisa dilakukan secara berkelanjutan, sehingga tidak hanya sekadar seremoni lomba, tetapi bisa menjadi usaha yang menghasilkan bagi kaum wanita yang tergabung dalam PKK atau secara mandiri,” terang Nasron, Selasa (11/2/2020).

Dukungan pemerintah melalui Dana Desa (DD), menurutnya telah dialokasikan untuk pemberdayaan. Pemaksimalan penggunaan DD untuk pemberdayaan menjadi langkah pemerintah desa meningkatkan ekonomi masyarakat.

Pemberdayaan bisa berbentuk pelatihan, pembinaan pada sejumlah UMKM di desa. Terlebih, potensi yang ada di Desa Tri Dharma Yoga, seperti pembuatan kuliner dan kerajinan tangan.

Melalui kegiatan lomba desa, Dinas PMD sekaligus mengevaluasi, memotivasi desa agar bisa lebih maju. Sebab, kemajuan desa tidak ditentukan oleh pembangunan fisikm namun nonfisik.

Sebagai salah satu penilaian dari tim PMD Lamsel, kriteria penilaian di antaranya bertujuan memotivasi desa untuk mencapai kemajuan pembangunan.

Samsiah, salah satu tim Dinas PMD dari kelompok kerja (Pokja) PKK, mengaku mengapresiasi kreativitas warga. Kelompok wanita yang tergabung dalam usaha peningkatan pendapatan keluarga (UP2K), menciptakan sejumlah produk UMKM. Produk yang dihasilkan, menurutnya sesuai dengan hasil pertanian, budi daya kelautan yang ada di desa tepi pesisir Selat Sunda tersebut.

“Berbagai produk UMKM yang diikutkan dalam kegiatan lomba desa sudah sangat bervariasi, hanya saja perlu sentuhan lebih baik,” beber Samsiah.

Melalui UP2K, ia mengevaluasi proses pengemasan yang bisa lebih ditingkatkan. Variasi pengolahan sejumlah kuliner tersebut akan mempengaruhi nilai jual. Sebagai dorongan dari PKK Lamsel, Samsiah menyebut pihaknya akan melakukan pelatihan kepada para wanita anggota UP2K, agar menciptakan produk UMKM yang memenuhi standar.

I Made Ardana, Kepala Desa Tri Dharma Yoga, menyebut dari 17 desa di Ketapang, desanya dipilih mewakili lomba desa tingkat kabupaten. Salah satu produk yang ditampilkan merupakan hasil kreasi kaum wanita dalam UP2K. Melalui PKK pokja UP2K, ia memastikan kaum wanita memiliki kesempatan untuk meningkatkan ekonomi.

Nasron, Kepala Bidang Kelembagaan dan Sosial Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Lampung Selatan, saat kegiatan lomba desa di Desa Tri Dharma Yoga, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, Selasa (11/2/2020). -Foto: Henk Widi

Hasil produksi kuliner olahan rumput laut, daun kelor, bayam dan hasil pertanian lain layak dijual. Melalui UP2K, para wanita tersebut juga melakukan pembuatan ingko, sejenis piring dari lidi daun aren. Melimpahnya potensi desa di dekat pantai, membuat UMKM yang memproduksi ingko menjadi penghasilan. Sebagai piring, nampan berbagai ukuran, ingko bisa dipakai untuk wadah makanan dan sarana persembahyangan.

“Ingko bisa digunakan untuk keperluan adat, religi bagi warga yang dominan memeluk agama Hindu dan permintaan cukup tinggi,” ungkap I Made Ardana.

Penggunaan Ingko, menurutnya sekaligus menjadi upaya pengurangan sampah plastik. Ingko yang bisa dipakai sebagai piring beralaskan daun bisa terurai secara alami saat tidak digunakan. Pembuatan produk UMKM berbasis kemasyarakatan, terutama kaum wanita melalui PKK, menurutnya menjadi sumber peningkatan ekonomi. Dukungan dari desa terus dilakukan melalui bantuan dana dan pembinaan berkelanjutan, sekaligus pemasaran.

Terkait potensi UMKM yang ada di sejumlah desa, Madro’i, Camat Kecamatan Ketapang, juga mengaku terus mendorong desa berinovasi. Keberadaan tim inovasi desa akan mendorong terciptanya sejumlah terobosan baru dalam bidang pemberdayaan. Terlebih, DD yang digelontorkan bagi setiap desa bisa dialokasikan untuk peningkatan pemberdayaan masyarakat.

“Lomba desa yang dilakukan menjadi ajang untuk meningkatkan potensi desa, karena ada masukan dari Dinas PMD dan PKK Kabupaten,” tutur Madro’i.

Sejumlah desa, menurutnya bisa melakukan upaya pemberdayaan melalui sejumlah potensi. Beberapa desa yang memiliki objek wisata seperti Desa Ruguk dengan Curug Gajah Mati, akan mendorong peningkatan ekonomi. Keberadaan komoditas pertanian yang bisa diolah menjadi produk kuliner, bisa menjadi cara meningkatkan ekonomi masyarakat.

Lihat juga...