Pemanfaatan Barang Bekas Dukung Kebersihan Lingkungan
Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo
LAMPUNG — Pemerintah Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan (Lamsel) terus melakukan upaya dalam menjaga kebersihan lingkungan. Selain memberikan pemahaman kepada masyarakat, pemerintahan terdepan tersebut juga melakukan berbagai inovasi, di antaranya memanfaatkan sampah nonorganik untuk dijadikan kompos.

Sumali, Kepala Desa Pasuruan menyebutkan, pembuatan sejumlah kotak sampah, pot tanaman hias dan sayuran juga memanfaatkan barang bekas. Puluhan kotak sampah terbuat dari drum digunakan untuk sampah nonorganik dan drum plastik untuk sampah organik.
Drum plastik berkapasitas 150 liter telah dimodifikasi menjadi komposter yang digunakan untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk. Jenis sampah yang diolah meliputi sayuran, buah, daun ,sisa makanan, limbah rumah tangga yang bisa diurai.
Pemanfaatan drum plastik bekas untuk komposter menurutnya diawali oleh pemerintah desa. Selanjutnya melalui aparat tingkat RW hingga RT pembuatan komposter sederhana akan dianjurkan pada sejumlah rumah tangga.
“Pengaplikasian komposter terus disosialisasikan kepada masyarakat agar kesadaran untuk memilah sampah organik dan nonorganik oleh masyarakat semakin tinggi sehingga pengurangan sampah bisa dimulai dari skala rumah tangga,” terang Sumali saat dikonfirmasi Cendana News, Rabu (5/2/2020)
Pada tahap awal puluhan komposter telah didistribusikan ke sejumlah dusun yang ada di desa setempat. Sejumlah aparat desa, kelompok dasa wisma, anggota PKK, wanita tani telah diedukasi proses pembuatan instalasi komposter sederhana.
Selain pemanfaatan barang bekas untuk pembuatan komposter, pemerintah desa setempat mendorong setiap rumah memiliki tempat pemilahan sampah. Rencananya penggunaan balai desa lama sebagai bank sampah akan digunakan untuk menampung sampah bernilai jual.
“Pembuatan bank sampah nanti akan mendorong masyarakat menabung dengan pengumpulan uang memakai sampah,” beber Sumali.
Asmawati, warga Dusun Banyumas Desa Pasuruan menyebut rela merogoh kocek untuk membuat kotak sampah dari drum bekas dibuat pada bengkel pengelasan. Drum disulap menjadi tempat sampah, sebagian menjadi pot bunga dan sayuran.
Pemanfaatan kotak sampah menurutnya akan memberi nilai tambah secara ekonomi, sebab ia bisa menanam cabai rawit, sawi, kemangi dan daun bawang.
“Berbagai jenis sayuran bisa ditanam pada pot dengan barang bekas bisa mengurangi belanja sayuran dan bumbu,” tuturnya.
Suswanto, salah satu warga menyebut instalasi komposter bisa dibuat dengan modal sekitar Rp150.000. Pembelian drum plastik bekas kapasitas 150 liter, pipa, selang bisa menghasilkan puluhan kilogram pupuk padat dan belasan liter pupuk cair.
“Modal terbatas namun manfaatnya sangat besar untuk kebersihan lingkungan dan bisa untuk pupuk,” beber Suswanto.
Selain membersihkan sampah skala rumah tangga, kesadaran membersihkan sampah di lingkungan juga mutlak dilakukan. Sebab pada sejumlah saluran air masih dijumpai sampah plastik dan sampah jenis lain dibuang sembarangan.
“Penyiapan sampah menjadi solusi agar warga tidak membuang sembarangan,” tutupnya.