H(ART)BOUR Festival Cara Mengekalkan Kenangan di Pelabuhan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MERAK – Agenda seni bertajuk H(ART)BOUR Festival 2020 digelar PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) dengan berbagai agenda.

Syaifullail Maslul, humas PT ASDP Indonesia cabang Bakauheni menyebut pameran seni tersebut digelar pada terminal eksekutif Bakauheni Anjungan Agung dan terminal eksekutif Sosoro Merak.

Syaifullail Maslul, humas PT ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni di bawah karya seni Ingatan-ingatan yang Dibongkar Muat karya Wulang Sunu di dermaga Sosoro Merak, Sabtu (15/2/2020) – Foto: Henk Widi

Berbagai karya seni tersebut sebagian bisa dilihat di Bakauheni diantaranya Facing the Future karya Wild Drawing. Karya seni tersebut berupa mural dinding di terminal Bakauheni.

Karya seni lukisan lain berjudul Gerbang Peradaban karya Serrum, perkumpulan seni rupa dan pendidikan berbasis di Jakarta juga bisa ditemukan saat memasuki pelabuhan Bakauheni.

Sejumlah karya seni yang dihasilkan oleh para seniman menurut Syaifullail Maslul sudah ditampilkan sejak awal Desember 2019 silam.

Selain di Bakauheni sejumlah karya seni juga ditampilkan di terminal eksekutif Sosoro Merak. Sejumlah pameran seni yang ditampilkan di Merak merupakan karya perupa yang memiliki makna terkait kenangan akan pelabuhan.

“Sesuai dengan agenda yang akan disampaikan, mengekalkan kenangan festival yang digelar di dua pelabuhan ini mengangkat tema Memory Harbour untuk merasakan berbagai kenangan, ingatan dan harapan tentang pelabuhan,” ungkap Syaifullail Maslul saat dikonfirmasi Cendana News di terminal eksekutif Sosoro Merak, Sabtu (15/2/2020).

Sesuai misi Dirut ASDP Indonesia Ferry pusat, Ira Puspadewi, pelabuhan menjadi satu titik pertemuan antar kota yang menyimpan kenangan terlama dalam hati masyarakat Indonesia.

Pelabuhan menjadi daya tarik tersendiri bagi seluruh masyarakat Indonesia. Peran pelabuhan tak hanya sebagai bagian dari perjalanan semata, namun juga mempromosikannya sebagai kawasan yang mendukung wisata Indonesia.

Syaifullail Maslul menyebut, H(ART)BOUR festival yang digelar dalam kurun waktu Desember 2019-Februari 2020 menghadirkan karya seni rupa seniman muda.

Seniman tersebut diantaranya Lala Bohang, Olopolo, Ruth Marbun, Serrum, SLINAT (Silly in Art), WD (Wild Drawing), Wulang Sunu, Yosia Raduck, Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie. Sejumlah karya itu bisa dinikmati penumpang asal Sumatera menuju Jawa dan sebaliknya.

Sejumlah karya seni tersebut menghiasi sejumlah dinding di pelabuhan Bakauheni dan Merak. Saat memasuki pelabuhan Bakauheni sajian mural facing the future menggambarkan intelegensi manusia yang berhasil menciptakan tekhnologi.

Teknologi menurut Wild Drawing memiliki fungsi ganda sebagai alat penolong atau penghancur peradaban.

“Karya yang ingin ditampilkan lewat mural itu menjadi bayangan kontemplasi melihat masa depan, sebuah kenyataan yang harus dihadapi dengan bijak,” tutur Syaifullail Maslul.

Memasuki terminal Sosoro Merak, sajian berjudul Napping Room karya Lala Bohang sudah menyambut. Cat akrilik pada boneka kanvas dimensi bervariasi tersebut menyerupai bulatan didominasi warna biru, hitam dan putih.

Selanjutnya karya seni berjudul Ingatan-ingatan yang Dibongkar Muat terlihat menggantung di terminal Sosoro Merak.

Cetak sublimasi di atas kain dimensi bervariasi 2019 karya seniman Wulang Sunu asal Yogyakarta dengan judul Ingatan-ingatan yang Dibongkar Muat, Sabtu (15/2/2020) – Foto: Henk Widi

Seni cetak sublimasi di atas kain dimensi bervariasi tersebut merupakan karya seniman bernama Wulang Sunu. Karya seni tersebut menggambarkan tentang pelabuhan Merak dan Bakauheni.

Wulang Sunu mengisahkan cerita cerita transmigran yang mempertanyakan identitasnya atau napak tilas dari zaman keemasan pelabuhan Merak dengan komoditas yang dibongkar muat.

Syaifullil Maslul menyebut puncak festival terangkum dalam The H(ART) BOUR Night dengan video mapping oleh APEmotion yang merupakan seniman seni multimedia dari Bali.

Video mapping menggunakan facade gedung terminal eksekutif Anjungan Agung Bakauheni itu dapat dinikmati oleh penumpang di atas kapal saat akan sandar dan pergi.

Studio arsitek Csutoras dan Liando secara khusus merancang Harbour Cinema di Rooftop Terminal Eksekutif Bakauheni. Film karya Riri Reza dengan judul Kulari ke Pantai akan diputar bersama kompilasi film pendek dari Viddsee.

Selain itu saat makan malam sekumpulan seniman multidisiplin dari Yogyakarta menggali berbagai hal mengenai makanan disuguhkan oleh Whaton House. Musisi asal Lampung, MRNMRS juga diajak bernyanyi bersama Oomleo Berkaraoke.

Ade Eka, salah satu milenial asal Lampung mengaku sangat mengapresiasi sejumlah karya seni yang disuguhkan. Usai melakukan perjalanan selama satu jam menggunakan KMP Batu Mandi dari pelabuhan Bakauheni ia bisa menikmati H(ART)BOUR Festival di terminal eksekutif Sosoro Merak.

Sejumlah karya seni yang ditampilkan menurutnya bisa menggambarkan tentang kenangan akan pelabuhan dari tahun ke tahun.

Lihat juga...