Bank Muamalat Tunjuk Yusril Selesaikan Berbagai Masalah

Editor: Koko Triarko

Pengacara, Yusril Ihza Mahendra, dan Direktur Utama Bank Muamalat, Ahmad Permana, pada konferensi pers di Muamalat Tower, Jakarta, Rabu (5/2/2020) sore. -Foto: Sri Sugiarti

JAKARTA – Bank Muamalat menunjuk Yusril Ihza Mahendra sebagai pengacara untuk melancarkan proses masuknya modal baru dan penyelesaian berbagai masalah.  

Direktur Utama Bank Muamalat, Achmad K. Permana, mengatakan operasional perseroan bank syariah terbesar di Indonesia ini akan makin baik dengan bantuan pengacara berpengalaman, seperti Yusril.

“Kami membutuhkan pendampingan dalam aspek hukum. Mulai hari ini, Pak Yusril akan membantu Bank Muamalat yang memang perlu pendampingan dari aspek hukum untuk menjadi lebih kuat,” kata Permana, pada konferensi pers di Muamalat Tower, Jakarta, Rabu (5/2/2020) sore.

Bank Muamalat adalah bank Islam pertama di Indonesia yang menerapkan prinsip-prinsip syariah ke dalam pengelolaan bank konvensional. Berdirinya Bank Muamalat pada 1991, menurut Permana tidak lepas dari peran Presiden Soeharto dan Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICWI), BJ Habibie.

“Saat Presiden Soeharto meresmikan Bank Muamalat pada 1991, Pak Yusril ini yang mengkonsepkan pidato almarhum Pak Harto saat itu. Jadi, Pak Yusril ini sangat paham sekali dan terpanggil untuk menyelamatkan bank syariah pertama di Indonesia ini,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, konsep ekonomi syariah saat itu memang belum ada. Kemudian dengan berbagai pendekatan dan berbagai diskusi, akhirnya ekonomi syariah di Indonesia melalui Bank Muamalat Indonesia ini tercipta.

Jadi, tegas dia, kehadiran Bank Mualamat bukan sekadar mendirikan sebuah bank saja di Indonesia sesuai syariah yang beda dengan konvensional, tetapi kehadiran Bank Muamalat telah menstimulus banyak berdirinya industri syariah di Indonesia, mulai dari asuransi, sekolah syariah, Rumah Sakit syariah, dan wisata syariah.

“Kami terus menjaga Bank Muamalat agar tetap eksis  dan berdiri tegak. Alhamdulilah, Bank Muamalat sudah ada titik terang lebih baik lagi ke depan,” ujarnya.

Bank Muamalat terus menindaklanjuti dan berkomunikasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan investor, untuk bisa memastikam secepatnya Bank Muamalat melakukan akselari yang selama ini tertunda.

Sehingga, kata Permana, Bank Muamalat tetap akan menjadi lokomotof bagi pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia.

Permana berharap dengan ditunjuknya Yusril Ihza Mahendra sebagai pengacara, diharapkan akan membantu perbaikan dan recovery bank Muamalat yang merupakan ikon perbankan Islam di Indonesia.

Pada kesempatan ini, Yusril mengaku merasa terpanggil untuk memperkuat Bank Muamalat.

“Saya merasa terpanggil untuk membantu Bank Muamalat lebih kuat, dan tentu tugas saya untuk mengkaji dan menyelesaikan masalah-masalah hukum para nasabah dalam hal kredit macet,” ujar Yusril.

Yusril mengaku akan mencari solusi, baik melalui perundingan maupun mengambil langkah hukum terhadap nasabah bermasalah, agar Bank Muamalat berkembang sehat.

Lebih lanjut dia mengatakan, dirinya akan mencari solusi terbaik demi pertumbuhan Bank Muamalat. Baik melalui perundingan maupun mengambil langkah hukum terhadap nasabah bersamalah. Sehingga Bank Muamalat bisa bertumbuh menjadi bank Islam yang kuat di Indonesia.

“Dengan memperkuat aspek hukum dan bisnisnya, maka Bank Muamalat bisa tumbuh kuat,” ujarnya.

Dalam aspek memperkuat bisnis, sebut dia, Ilham Habibie dan grup Al Falah telah resmi menjadi investor atas restu OJK.

“Al Falah jadi investor, kita harapkan dapat menyelesaikan masalah keuangan yang dihadapi Bank Muamalat. Dan, dari aspek hukum, saya sebagai pengacara dapat menyelesaikan masalah dengan nasabah,” tukasnya.

Yakni, sebut dia, dengan diselesaikan masalah tagihan. Sehingga langkah berikutnya adalah tinggal bagaimana kemampuan Bank Muamalat untuk memgelola bank ini dengan lebih baik, dalam upaya meningkatkan bisnis perbankannya.

Lihat juga...