Aceh Tengah Bangun Minatorium Biota Air Tawar
BANDA ACEH – Pemkab Aceh Tengah, Provinsi Aceh siap pembangunan minatorium, sebagai tempat penangkaran biota air tawar dalam satu aquarium raksasa. Pembangunan dilakukan sebagai bagian dari budi daya ikan air tawar.
Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar mengatakan, nantinya minatorium tersebut dibuat menyerupai habitat asli. Sehingga dapat untuk menangkar semua jenis ikan yang ada di Danau Lut Tawar kabupaten setempat. “Akan dilengkapi dengan fasilitas penelitian, serta fasilitas lain yang berhubungan dengan wisata,” kata Shabela, di Kota Takengon, Aceh Tengah, Sabtu (8/2/2020).
Pembangunan minatorium tersebut juga akan dilengkapi dengan fasilitas pendidikan, berupa museum tentang biota Danau Lut Tawar. Bahkan mini teater untuk mempertontonkan film tentang biota Lut Tawar. “Sehingga nantinya dapat dijadikan sebagai sarana rekreasi sekaligus sarana pendidikan informal bagi masyarakat,” jelasnya.
Untuk mewujudkan pembangunan tersebut, bupati sangat berharap semua pihak terkait, termasuk Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI dapat memberikan dukungan. “Sehingga upaya pelestarian keanekaragaman hayati di Danau Lut Tawar dapat terwujud,” tandasnya.
Sebelumnya, bentangan perairan Danau Lut Tawar di Aceh Tengah mencapai luas 5.472 hektare. Danau tersebut memiliki beragam jenis ikan air tawar. Sedikitnya terdapat 21 jenis ikan yang hidup di dalamnya. Namun, berbagai permasalahan seperti penurunan luas perairan danau, pencemaran, pendangkalan, dan sampah telah mengakibatkan produksi ikan terus menurun. Sehingga harus ada upaya untuk meningkatkannya.
Saat ini diestimasikan, nilai rata-rata produksi ikan di danau tersebut sekira 46,2 kilogram per hektare, dengan total estimasi biomass ikan sebesar 265,51 ton. “Estimasi potensi produksi ikan Danau Lut Tawar berdasarkan produktivitas primer fitoplankton adalah sebesar 70,8 kilogram per hektar per tahun,” pungkasnya. (Ant)