Warga Terdampak Banjir di Bekasi Butuh Kasur
Editor: Koko Triarko
BEKASI – Warga terdampak banjir di Kompleks Pondok Gede Permai (PGP) Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, mulai terserang penyakit. Hal tersebut akibat di pengungsian menunggu kondisi pulih.
“Rata-rata karena kelelahan, kutu air, diare, karena kotor saat makan atau lainnya, sudah banyak keluhan,” kata Dedi Sudjadi, mantan RW 10 kompleks PGP, Senin (6/1/2019).
Dikatakan, bahwa bantuan makanan sudah berlimpah. Kebutuhan warga sekarang, seperti, Kasur bantal, selimut, kompor, listrik atau lampu, karena milik warga sudah ludes terendam banjir.
“Untuk bantuan makanan di kompleks PGP sudah berlimpah. Hanya itu kebutuhan peralatan lainnya, agar bisa bermanfaat,” tukasnya.

Warga lainnya, Tahun, mengatakan warga saat ini tengah membersihkan sisa lumpur. Kesulitannya, lumpur harus dikarungi dan tempat pembuangannya tidak ada, sehingga warga harus mengeluarkan biaya lagi untuk membayar tukang Sindang agar lumpur diangkat.
“Lumpur harus dikarungi dan diangkat, agar tidak menutup saluran air. Kami berharap, ada kendaraan pengangkut, karena berharap pemerintah mungkin lokasi terlalu banyak dan tidak ter-cover semua. Kalau bisa ada bantuan dari Bandung atau DKI Jakarta,” ungkap Tahun.
Pantauan di lokasi PGP, bantuan untuk warga korban terdampak bencana banjir di wilayah tersebut terus berdatangan pascabanjir. Tetapi, bantuan berupa air minum dan makanan serta baju layak pakai.
Wilayah setempat diketahui terkena dampak banjir terparah dibanding wilayah lainnya. Karena berada di daerah aliran sungai (DAS) pertemuan antara Kali Cikeas-Cileungsi menuju Kali Bekasi.
“Bantuan terus berdatangan, baik berupa buku, pakaian dan makanan. Bisa dikatakan untuk logistik tercukupi,” kata Mahfud, pengurus Masjid Al Badriyah di Kompleks PGP Jatiasih, kepada Cendana News, Senin (6/1/2020).
Menurutnya, bantuan yang datang lebih baik seperti kasur lipat atau kasur Palembang, karena lebih bermanfaat. Dia menyebut, posko sudah ada sejak tiga hari lalu, dan hari ini terakhir posko dibuka, karena banyak warga sudah kembali ke rumahnya. Menurutnya, posko diinisiasi oleh Karang Taruna setempat. Bahkan pemuda ikut turun membersihkan pemukiman warga dari lumpur sisa banjir.
Senada, Ny Lukman, warga RT 03, Kompleks PGP mengaku untuk bantuan logistik terpenuhi, baik dari sisi makanan, obat obatan atau pun pakaian. Namun dia, berharap bisa dibantu tempat tidur.
“Cukup untuk bantuan logistik. Tapi, kami yang terdampak banjir sudah banyak yang jatuh sakit dan membutuhkan tempat tidur,” ungkap Ny. Lukman.
Sementara itu, Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, memberikan beberapa instruksi mengenai tanggap darurat yang terjadi di Kota Bekasi, terkait bencana banjir pada pekan ini yang ada di delapan Kecamatan.
Untuk itu, dia membagi tim di empat Kecamatan, meliputi Kecamatan Bekasi Timur, Rawalumbu, Jatisampurna, dan Medan Satria. Sementara di empat kecamatan, meliputi Jatiasih, Pondok Gede, Bekasi Barat dan Bekasi Selatan.
Dia memerintahkan kepada ASN agar ikut serta membantu kegiatan K3 atau pemulihan dari daerah yang terkena banjir.
“Usai apel ini, kalian lepas atribut dan seragam, kenakan kaos oblong langsung ke daerah titik banjir, bantu mereka, sebagai pelayan masyarakat, adanya pemerintah itu hadir di tengah masyarakat” tegas Wali Kota.