Warga Kembangan Senang, Trotoar Rapi Dilengkapi Bangku Kota

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Pemerintah Kota Jakarta Barat terus membangun ruang publik untuk warganya. Salah satunya di kawasan Puri Kembangan, Jakarta Barat. Sebelumnya terlihat kurang terurus dan berantakan, kini  menjadi tampak lebih rapi, ada bangku-bangku taman menghiasi kawasan tersebut. 

Pantauan Cendana News di Jalan Kembangan Raya Jakarta Barat, tampak bangku-bangku taman berwarna cokelat dan hitam dipasang di beberapa titik. Selain bangku taman, pohon-pohon ditanam di sepanjang trotoar. Guiding block dan bollard atau tiang kecil pembatas juga sudah terpasang di trotoar. Sementara di dekat gedung Wali Kota Jakarta Barat terlihat beberapa yang belum ditanami pohon.

Salah seorang warga Kembangan, Ahmad mengatakan bangku-bangku di atas trotoar tersebut baru dipasang sebulan lalu oleh Pemerintah Kota Jakarta Barat.

“Iya, baru sebulan bangku dipasang di trotoar, sampai lampu merah Puri,” ujar Ahmad kepada Cendana News di Jalan Kembangan Raya, Jakarta Barat, Rabu (15/1/2020).

Ahmad mengaku trotoar saat ini terlihat rapi dan bagus. Namun dia masih menyayangkan banyak pengendara roda dua dan empat disalahartikan.

“Trotoarnya bagus si, namun masyarakat masih kurang paham, pasalnya banyak pengendara yang masih memarkirkan kendaraannya di atas trotoar,” tuturnya.

Seorang warga Kembangan, Ahmad saat ditemui di sekitar bangku taman depan kantor Wali Kota Jakarta Barat, di Jalan Kembangan Raya, Jakarta Barat, Rabu (15/1/2020). -Foto: Lina Fitria

Di sisi lain, kata Ahmad, banyak pedagang kaki lima di sekitar Jalan Kembangan Raya yang tidak bisa melakukan usaha. Lantaran lahannya sudah dipakai untuk menaruh bangku jalan di sepanjang jalan tersebut.

“Banyak pedagang yang mengeluh karena lahan yang biasa mereka mencari nafkah udah enggak bisa digunakan. Udah dipasangin bangku-bangku jalan tiap semeter,” tuturnya seraya  meminta Pemprov-Pemkot untuk menyediakan lahan untuk pedagang kaki lima berjualan di sekitar area.

Sementara pengguna Jalan lainnya mengaku senang dengan dilebarkannya trotoar dan disediakan fasilitas untuk oleh pemerintah setempat.

“Senang, biasanya kalau nunggu angkutan umum kan lama cape juga berdiri. Semenjak ada bangku taman ini lumayan hilangin cape berdiri,” kata Siti.

Dia pun mengapresiasi pemkot maupun Pemprov DKI. Awalnya dia menduga bahwa pelebaran trotoar ini bakal menjadi sempit di area sekitar. Namun setelah jadi kawasan tersebut justru terlihat lebar.

“Awalnya saya pikir dirapiin gini bakalan sempit ini ruas jalannya eh tau nya terlihat lebar, dan tertata,” ungkapnya.

Kepala Dinas Bina Marga Hari Nugroho terkait rencana pembangunan trotoar d kawasan Jakarta, Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Barat, Rabu (15/1/2020). -Foto: Lina Fitria

Pemprov DKI terus gencar mengerjakan revitalisasi trotoar di sejumlah ruas jalan. Luas trotoar yang dikerjakan cukup lebar, ditakutkan akan menjadi lahan parkir liar dan lapak pedagang kaki lima (PKL).

Kepala Dinas Bina Marga Hari Nugroho menegaskan Pemprov tidak abai melihat realita tersebut. Menurut Hari hal itu terjadi karena belum adanya aturan mekanisme baru terhadap PKL dan pelaku parkir.

“Nanti begitu trotoar udah selesai nanti aturan mainnya baru diterapkan. PKL segala macamnya itu ada mekanismenya, harus ada kolaborasi antara Satpol PP, Dinas Perhubungan, Bina Marga, Dinas UKM terkait pembinaan PKL itu,” ujar Hari, terpisah.

Hari mengatakan, pada 2020 sebagian besar trotoar di Jakarta berkonsep jalan serba ada. Maksudnya, di pedestrian itu akan ada PKL, bangku pajang seperti bangku taman, main hall utilitas, serta lampu-lampu.

Lihat juga...