Pulau Karang Taka Mbo Ninang Dibanjiri Pengunjung
Editor: Koko Triarko
MAUMERE – Ribuan warga kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, membanjiri berbagai tempat wisata di sepanjang pantai utara Flores, mengisi liburan tahun baru.
Sejak pagi, puluhan kapal motor perahu nelayan terlihat mengantar penumpang dari pelabuhan Wuring menuju ke sebuah atol, pulau Karang yang berada di lautan pantai utara Flores.
“Sejak pagi jam delapan, sudah ada banyak perahu nelayan dari kampung Wuring dan sekitarnya yang mengantar penumpang ke Taka Mbo Ninang,” kata Nur Azizah, warga Wuring, kelurahan Wolomarang, Rabu (1/1/2020).
Nur menyebutkan, tempat wisata berupa pasir putih di tengah laut ini sejak dua minggu terakhir selalu ramai dikunjungi warga, setelah di-posting di media sosial.

Menurutnya, hampir setiap hari selalu ada masyarakat yang berkunjung ke sana, namun biasanya ramai saat hari Sabtu dan Minggu dan hari libur. Mayoritas mereka berangkat dari pelabuhan Wuring.
“Kalau dari Wuring banyak kapal motor nelayan yang ke tempat tersebut. Biasanya bayar Rp15 ribu pulang pergi dan selalu ramai saat air laut surut,” ungkapnya.
Saedah, warga Wuring lainnya mengaku tertarik berkunjung ke tempat itu karena hampir setiap hari Sabtu dan Minggu banyak warga dari Wuring dan sekitarnya ke tempat tersebut, termasuk warga dari kota Maumere.
Dirinya mengaku penasaran, karena banyak orang yang datang ke sana, sehingga bersama suami dan anak cucunya mereka menumpang kapal nelayan milik keluarga untuk bertamasya ke sana.
“Sejak pagi sudah banyak yang ke sana, mulai dari libur hari raya Natal minggu lalu dan saat hari Sabtu dan Minggu. Lumayan, kita bisa mandi air laut di pasir putih yang berada di tengah laut,” tuturnya.
Baharudin, warga Wuring yang juga anggota DPRD kabupaten Sikka mengakui, wisatawan mulai banyak berkunjung ke Taka Mbo Ninang, setelah beberapa anak muda di wilayah mereka mem-posting foto-foto saat bertamasya ke tempat ini di media sosial.
Dirinya berharap, agar pemerintah daerah bisa mengelola tempat ini untuk dijadikan sebagai tempat wisata, karena tempatnya menarik dan pasir putihnya akan kelihatan, saat laut surut.
“Pemerintah harus memanfaatkan tempat ini untuk dijadikan sebagai salah satu destinasi wisata. Jaraknya pun tidak jauh dari kota Maumere, sehingga bisa ditata dengan baik dan pemerintah bisa mendapatkan pemasukan,” harapnya.