POJ: Gerhana Bulan Penumbra akan Muncul di 11 Januari

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

JAKARTA — Januari 2020, pecinta langit akan bisa menikmati Gerhana Bulan Penumbra, setelah Gerhana Bulan Sebagian yang berlangsung pada Desember 2019 lalu. Fenomena langit ini, bahkan bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat dunia.

Staf Astronomi Planetarium dan Observatorium Jakarta (POJ) Mohammad Rayhan saat ditemui di Gedung POJ Cikini Jakarta, Selasa (8/1/2020) – Foto Ranny Supusepa

Staf Astronomi Planetarium dan Observatorium Jakarta (POJ), Mohammad Rayhan menjelaskan, gerhana bulan penumbra berbeda dengan gerhana bulan sebagian.

“Kalau gerhana bulan sebagian itu terjadi saat Bulan berada dalam bayangan umbra. Tapi kalau gerhana bulan penumbra ini, terjadi karena Bulan berada dalam bayangan penumbra. Gerhana ini juga sering disebut gerhana bulan samar-samar,” kata Rayhan saat ditemui di Gedung POJ Cikini Jakarta, Rabu (8/1/2020).

Ia menyatakan gerhana bulan penumbra ini bisa diamati dan dilihat perubahannya jika masyarakat melihatnya dari awal kontak penumbra pertama hingga terakhir.

“Awal kontak penumbra pertama itu terjadi pada Sabtu (11/1) dini hari, yaitu pukul 00.07.45 WIB. Memasuki puncaknya pada pukul 02.09.59 WIB dan kontak penumbra terakhir pada pukul 04.12.19 WIB,” urai Rayhan.

Durasi gerhana bulan penumbra ini terjadi selama 4 jam 4 menit 34 detik.

“Jika mau melihat perubahannya, memang harus diamati dari awal,” paparnya lebih lanjut.

Rayhan menyatakan gerhana bulan penumbra tahun ini terjadi di wilayah utara Bumi dan kondisinya “deep”, yaitu posisi bulan masuk ke bayangan penumbra lebih dari 50 persen.

“Sehingga, kalau masyarakat mau melihat, itu ada di posisi kiri langit. Tercatat posisi terakhir gerhana bulan penumbra yang posisinya deep terjadi pada tahun 12 Februari 2017. Saat itu gerhana bulan penumbra terlihat dari arah Jawa Barat dan Kalimantan Barat ke arah barat,” urainya.

Untuk 2020 ini, gerhana bulan penumbra dapat dilihat di seluruh wilayah dunia, kecuali sebagian wilayah Amerika.

“Ada sebagian wilayah Amerika Selatan yang masih bisa melihat. Hanya memang ada yang melihat secara full selama durasi gerhana, ada yang melihat saat rise dan saat set,” ujar Rayhan.

Ia menjelaskan, saat rise adalah posisi gerhana bulan penumbra terjadi sebelum bulan terbit hingga bulan dalam posisi naik.

“Sementara posisi set adalah posisi gerhana bulan penumbra terjadi saat posisi bulan sudah mau memasuki tahap terbenam,” pungkasnya.

Lihat juga...