Pascabanjir, Pemukiman Warga Bojongkulur Masih Diselimuti Lumpur
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
BOGOR – Warga di RT 27, RW 23, Desa Bojongkulur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sudah sepuluh hari membersihkan lingkungan dan rumahnya secara mandiri tanpa ada campur tangan pemerintah. Tetapi tebal lumpur belum juga sirna.
Pantauan Cendana News, setiap hari warga setempat secara gotong royong membersihkan jalan lingkungan yang dipenuhi lumpur hampir selutut orang dewasa. Mereka pun harus membuang sampah secara swadaya.

“Bicara bantuan pemerintah di RW 23 khususnya di RT 27 ini nol, meski berkali kali disinggung tapi sampai sepuluh hari berlalu warga masih berjibaku tanpa ada bantuan. Ngomong bisa mendapat bantuan pemerintah menanggulangi pascabanjir, eneg saya,” ujar Dedi Aulia, kepada Cendana News, Sabtu (11/1/2020).
Warga setempat berinisiatif mendatangkan alat berat beckho secara mandiri sampai menyewa truk sampah. Mereka mengaku sudah kerap melapor ke Pemerintah desa tetapi tidak pernah ditanggapi dengan aksi menurunkan alat berat atau lainnya.
“Sepertinya siapa yang lebih dekat akses ke pemerintah desa, atau warganya banyak orang penting itu yang diurus. Kalau warga kami, orang biasanya semua meski sudah berulang meminta bantuan tak akan direspon,” ujar warga lainnya.
Meski sepuluh hari telah berlalu, terlihat sejumlah rumah masih bersih-bersih dibantu warga lainnya. Di RW 23 sudah dua kali membuang sampah menyewa mobil truk. Mereka hanya mendapat surat dari desa boleh membuang sampah di TPA.
Warga di RT 26, RW 23, Haryadi, mengaku hal yang sama. Masih membersihkan lingkungan secara mandiri. Bahkan untuk peralatan bersih-bersih didapat dari swadaya masyarakat. Dia mengaku masih berharap ada bantuan dari pemerintah untuk lingkungan mereka.
Terlihat lumpur-lumpur yang sudah dikeruk warga dimasukkan di dalam karung dan diletakkan di depan rumah. Namun kondisi rumah dan jalan tampak masih berselimutkan lumpur.
Terpisah, Kepala Desa Bojongkulur Firmansyah, mengatakan bahwa Pemertintah desa terus melakukan penanganan sampah rumah tangga di lingkungan terlebih dulu. Setelah itu, baru penanganan lumpurnya.
Sementara dia juga mengatakan bahwa untuk warga melakukan sewa guna pengangkutan truk. Hal tersebut tidak diwajibkan. Tetapi sebagai alternatif karena jika menunggu armada yang disediakan Pemerintah daerah jumlahnya sangat terbatas pembagiannya.
“Armada bantuan dari Pemerintah Kabupaten Bogor dibagi 26 RW yang terdampak banjir secara digilir. Desa juga terus mencari donatur untuk dipakai menyewa truk pengangkutan sampah dari lingkungan warga,” ujarnya.
Dia menyebut bahwa jumlah armada dari Pemkab Bogor hanya tiga sampai lima unit setiap hari kerja. Sampai hari ini ada sekira 30 unit guna percepatan penanganan pasca banjir di wilayah Desa Bojongkulur.
Menurutnya alat berat yang diperbantukan guna penanganan banjir dari pihak PUPR hanya satu beckho dan dump truck. Sementara ada 26 titik terdampak banjir dari 41 RW di Desa Bojongkulur.
“RW terdampak parah untuk lumpur meliputi RW 24, 23, 22,18, dan 28,”jelasnya .
Dia berharap ada percepatan dari Pemerintah Kabupaten Bogor untuk penanganan banjir di Desa Bojongkulur. Karena selama ini imbuhnya, pemerintah daerah beralasan masih fokus penanganan di Bogor Barat.
“Pemkab Bogor harus support dengan sarana prasarana atau anggaran kebencanaan yang bisa diperoleh sesegera mungkin. Begitu pun kepada gubernur harus merevitalisasi sungai,” pungkasnya.