Panglima TNI Tetapkan 11 Program Prioritas

JAKARTA – Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto menyampaikan, penetapan 11 program prioritas TNI yang dirancang untuk dapat menghadapi dinamika perkembangan lingkungan strategis, dan tantangan tugas TNI ke depan.

Ke-11 program prioritas tersebut, yakni revitalisasi dan percepatan program-program Minimum Essential Force (MEF), penyempurnaan Dokrin TNI dan Angkatan, penyempurnaan organisasi TNI, pengembangan sistem pengelolaan SDM TNI, pembangunan TNI AD menjadi kekuatan terpusat, kewilayahan dan pendukung.

Pembangunan TNI AL melalui penyusunan Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT), pembangunan TNI AU untuk mencapai air supremasi atau air superiority, pembentukan Pasukan Khusus Tri Matra, pengembangan Sistem Operasi Tri Matra yang berbasis teknologi berkemampuan Network Centric Warfare, penguatan diplomasi militer dan peningkatkan kontribusi dalam rangka memenangkan kepentingan nasional, serta sistem pengadaan Alutsista berbasis Effect-Based and Interperability.

Panglima, dalam rilis yang diterima Cendana News, Rabu (29/1/2020), mengatakan, bahwa pencapaian MEF  pada akhir 2019 secara fisik telah mencapai rata-rata sebesar 63,19 persen dari target akhir MEF 2024. Sementara berdasarkan penilaian dari Badan Pemeriksa Keuangan RI, pada 2019 TNI memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

“Pencapaian  tersebut  menjadi tantangan untuk dapat mengoptimalkan dan mengimplementasikan Reformasi Birokrasi, dan menerapkan akuntabilitas pengelolaan anggaran yang efektif, efisien, dan transparan,” demikian Panglima, saat menutup secara resmi Rapat Pimpinan (Rapim) TNI 2020 di  GOR A. Yani Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (29/1/2020) malam.

Pelaksanaan Rapat Pimpinan TNI 2020 membahas tentang pelaksanaan capaian progam kerja di 2019, dan menetapkan prioritas program kerja di 2020.

Dalam kesempatan tersebut, Panglima juga menegaskan, bahwa stabilitas pertahanan dan keamanan masih menjadi prioritas melalui peningkatan kekuatan, penguatan kemandirian pertahanan dan penguatan kapasitas kelembagaan pertahanan dan keamanan di wilayah perbatasan dan pulau terluar, dengan terus mengefektifkan gelar operasi TNI di seluruh wilayah NKRI.

Selanjutnya dalam penanggulangan bencana alam, menjadi tantangan bagi TNI untuk dapat melaksanakan tugas secara optimal, melalui penguatan peran PRCPB, untuk mengatasi lebih dari dua trouble spots bersinergi dengan BNPB dan berbagai instansi terkait serta komponen bangsa lainnya.

Selain itu dalam menghadapi Pilkada serentak yang akan dilaksanakan pada 23 September 2020 di 270 daerah, yaitu 9 Pilkada Gubernur, 224 Pilkada Bupati dan 37 Walikota,  TNI berkewajiban turut menjaga stabilitas keamanan nasional dalam bentuk perbantuan kepada Polri, sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku dengan tetap menjaga netralitas TNI.

Dalam pelaksanaan tugas, agar ditingkatkan kewaspadaan melalui deteksi dini, dalam upaya penanggulangan aksi terorisme, paham komunisme dan radikalisme serta gerakan separatis bersenjata dengan langkah-langkah yang profesional dan proposional.

Panglima juga menetapkan visi dan misi TNI yang linier dan  sejalan dengan visi dan misi pemerintah 2020-2024, yaitu TNI Yang Profesional, Modern Dan Tangguh Untuk Mewujudkan Indonesia Maju, Yang Berdaulat, Mandiri Dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong.

“Visi dan misi TNI  itu harus dijadikan pedoman dan dilaksanakan, untuk mengakselerasi pencapaian program-program, terutama 11 program prioritas TNI yang dirancang untuk dapat menghadapi dinamika perkembangan lingkungan strategis, dan tantangan tugas TNI ke depan,” kata Panglima, yang dala rapim didampingi Kasal Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna,  Wakasad Letjen TNI Tatang Sulaiman, dan jajaran. (Ist)

Lihat juga...