Musim Penghujan Peternak Unggas Manfaatkan Pakan Alternatif
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
LAMPUNG – Musim penghujan di wilayah Lampung Selatan (Lamsel) beri keuntungan bagi peternak unggas jenis bebek, entok dan ayam melimpah.
Elik, warga Desa Sukarandek, Kecamatan Sragi menyebut musim penghujan jenis pakan untuk unggas terutama bebek bisa diperoleh dari jenis rumput bebek (duckweed) atau dikenal dengan lemna minor.

Tanaman akuatik yang tumbuh liar di perairan tawar menurut Elik banyak ditemui pada rawa rawa dan sungai. Saat musim penghujan tanaman tersebut terbawa arus dan tertahan pada pintu air.
Berbekal alat penyerok dari waring ia mengumpulkan pakan ternak yang tumbuh secara liar tersebut. Penggunaan rumput bebek menurutnya bisa diaplikasikan dengan dedak, keong untuk pakan bebek, ayam dan entok.
Melimpahnya rumput bebek saat penghujan menurut Elik menekan biaya penggunaan pakan. Sebab memiliki ternak bebek sebanyak 300 ekor ia membutuhkan pakan rata-rata 100 kilogram dedak per hari.
Selain dedak ia menyebut menggunakan pakan alternatif dari keong mas yang banyak ditemui pada area persawahan. Keong mas diperoleh saat ia membersihkan hama itu dari tanaman padi usia satu bulan.
“Saat penghujan rumput bebek bisa terbawa air dan terkumpul pada pintu air, sementara keong mas bisa diperoleh dari area persawahan sehingga bisa menjadi solusi asupan pakan unggas,” terang Elik saat ditemui Cendana News di dekat pintu air Desa Bandar Agung, Senin (13/1/2020).
Musim penghujan disebut Elik membuat ia tidak bisa menggembalakan ternak bebek miliknya. Sebab sejumlah lahan di wilayah Kecamatan Palas, Sragi menurutnya sudah ditanami padi.
Kondisi itu berimbas peternak memilih mengandangkan bebek yang jumlahnya mencapai ratusan. Upaya menghemat penggunaan pakan dilakukan dengan memanfaatkan potensi alam yang bisa diperoleh tanpa harus membeli.
Elik menyebut ia mencari rumput bebek rata-rata satu kuintal per hari. Selain pada sejumlah rawa lokasi pencarian berada pada sejumlah pintu air. Selain mendapatkan rumput sumber pakan pada sejumlah pintu air ia juga mendapatkan keong mas yang terbawa arus.
Berbekal karung dan alat penyerok Elik mencari pakan setiap hari untuk sumber asupan ternak miliknya.
“Saya bisa melakukan penghematan cukup besar karena rumput bebek memiliki kandungan protein yang tinggi,” ungkap Elik.
Produksi telur bebek menurutnya lebih baik dengan adanya pakan tambahan. Sebab selama ini jenis pakan hanya diperoleh dari dedak dan keong mas serta tambahan tepung ikan asin.
Meski demikian dengan harga dedak yang mencapai Rp4.000 per kilogram membuat biaya pakan meningkat. Penggunaan pakan tambahan jenis rumput bebek menjadi salah satu alternatif pakan yang bisa diperoleh tanpa proses budidaya.
Peternak lain bernama Suyatinah menyebut musim penghujan berimbas positif bagi ketersediaan pakan. Sebab lahan sawah, rawa, sungai yang semula kering mulai dipenuhi dengan air.

Jenis pakan rumput bebek yang tumbuh secara alami sebagian bisa diperoleh di sawah. Memasuki tanaman padi yang sudah berusia sekitar satu bulan jenis keong mas juga bisa dijadikan pakan.
“Campuran pakan jenis dedak, rumput bebek dan keong mas bisa jadi pakan alternatif ayam, bebek dan entok,” beber Suyatinah.
Sebelumnya selama musim kemarau ia mengalami kesulitan mencari pakan bagi unggas miliknya. Selama penghujan sumber pakan bisa diperoleh tanpa harus mengeluarkan biaya.
Penambahan jenis pakan alternatif menurutnya sekaligus pemberian vitamin. Sebab selama penghujan ternak unggas rentan terkena penyakit. Pemberian pakan yang bernutrisi menurutnya menambah daya tahan ternak selama penghujan.