Jalan Provinsi Rusak di Sijunjung Ditanami Padi, Segera Diperbaiki
Editor: Makmun Hidayat
PADANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memastikan bakal melakukan perbaikan jalan provinsi yang rusak parah di daerah Jorong Koto Tuo, Nagari Tanjung, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung. Hal ini dipastikan setelah didatangi langsung oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, bersama rombongan, Rabu (22/1/2020).
Terpantau, kondisi jalan itu memang memprihatinkan, sehingga para emak-emak di sana melakukan aksi penanaman padi sebagai bentuk protes kepada pemerintah. Apalagi kondisi jalan rusak di daerah itu bukanlah hal baru, tapi kondisi tersebut sudah berlangsung selama satu tahun ini.
Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, mengatakan, sebagai solusi jangka pendek untuk melakukan perbaikan ini Dinas Pekerjaan Umum Sumatera Barat akan melakukan perbaikan pemeliharaan sementara. Hal ini mengingat anggaran daerah baru bisa dicairkan pada bulan Maret 2020. Artinya, untuk mengurangi jalan yang becek dan digenangi air ini, perlu dilakukan penimbunan.
“Saya melihat perlu melakukan beberapa hal, selain untuk memperbaiki jalan yang rusak ini, di sepanjang jalan itu perlu ada drainase, sehingga air bisa bisa mengalir ke drainase dan tidak menggenangi jalan,” katanya, Rabu (22/1/2020).
Nasrul tidak mempersoalkan terkait adanya aksi emak-emak yang sengaja menanami padi di jalan yang becek itu, karena kondisi jalan provinsi tersebut benar-benar tidak diketahui. Untuk itu, tujuan kedatangannya di jalan yang ditanami padi oleh warga tersebut, melakukan mediasi sehingga tidak ada kekecewaan yang mendalam di hati warga.
“Jika nanti anggaran telah cair, kalau tidak salah saya ada dana untuk perbaikan jalan ini sebesar Rp8 miliar. Saya berharap kepada Dinas PU untuk benar-benar melakukan perbaikan jalan ini ketika anggaran 2020 telah bisa dicairkan,” harapnya.
Wagub berharap kepada masyarakat untuk bersabar sampai jalan itu benar-benar tuntas perbaikannya. Kini tindakan jangka pendek yang akan dilakukan yakini penimbunan jalan agar tidak ada jalan berlubang dan digenangi air.
Sementara itu, warga setempat Armalis, mengatakan, jalan rusak itu sudah terjadi satu tahun ini tanpa ada dipantau oleh pemerintah. Baru kali ini pemerintah turun langsung ke lokasi jalan rusak itu, dan itu dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit.
Parahnya ketika hujan tidak turun, dari jalan yang digenangi air, berubah menjadi kabut atau debu jalan yang masuk hingga ruang tamu rumah warga yang ada di tepi jalan tersebut. Mengingat jalan itu merupakan jalan provinsi, sehingga aktivitas kendaraan cukup banyak melintasi jalan di Jorong Koto Tuo itu.
“Padi itu memang sengaja kami tanam, biar air yang menggenangi jalan itu tidak sia-sia saja, apalagi ada lumpur, kan cocok untuk ditanami padi. Seharusnya Pemkab Sijunjung datang melihat jalan ini,” tegasnya.
Ia mengaku langkah menanam padi dengan di jalan itu adalah inisiatif bersama masyarakat, bahkan juga didukung oleh pemuda setempat. Bukti kekompokan bersama memprotes terhadap pemerintah, benih padi yang didapatkan itu, dibawa langsung dari sawah.
“Dulu sebelum kita tanam padi, kita telah bertanam pisang, tapi pengendara merasa terganggu. Kenapa kami melakukan ini, benar-benar mengganggu kami di sini, dan juga dapat merugikan pengandara, karena sering terjadi kecelakaan di sini,” ujarnya.
Armalis bersama warga setempat berharap janji pemerintah untuk segera memperbaiki jalan tersebut benar-benar terwujud sesuai dengan waktu yang telah dijanjikan hari ini, melalui wakil gubernur Sumatera Barat.