Hujan Lebat Sebabkan Gedung SDK Likot Tergenang Air

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Hujan lebat yang mengguyur dusun Likot di kecamatan Waigete, kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, membuat sebagian rumah warga, tanaman dan sekolah terendam air. Salah satunya, SDK 19 Likot. Namun, genangan air kini mulai surut. 

“Kemarin hujan sekitar satu jam dan lebat, sehingga membuat rumah kami tergenang, termasuk juga sekolah,” kata Maria Beatrix, warga RT16, RW 08, dusun II, desa Hoder, kecamatan Waigete, Kamis (2/1/2020).

Menurutnya, air mengalir melewati kebun warga dari gunung dan mengalir ke jalan negara trans Flores. Sebagian melewati drainase dan lainnya menggenangi rumah warga yang berada persis di samping selatan jalan.

“Dua tahun belakangan ini, daerah kami selalu banjir sehingga kami berharap agar ada solusi untuk mengatasi permasalahan ini,” tuturnya.

Maria Beatrix, warga dusun Likot, desa Hoder, kecamatan Waigete, kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, saat ditemui Kamis (2/1/2020). -Foto: Ebed de Rosary

Menurut Maria, saat hujan besar, air akan menggenangi rumah warga, posyandu dan bangunan sekolah, karena posisi kampung Likot berada di posisi yang lebih rendah.

Camat Waigete, Even Edomeko, ditemui di lokasi banjir menyebutkan, selama dua tahun ini sekolah SDK Likot 5 selalu terendam banjir bila curah hujan tinggi.

Menurut Even, untuk mengatasinya, pemerintah sudah membangun tembok untuk penahan air dan membelokkan air, agar tidak langsung menghantam tembok bagian belakang gedung sekolah.

“Tahun lalu sudah dibangun tembok untuk menahan laju air dan membendung, agar saat banjir air tidak menghantam langsung ke bangunan sekolah,” ujarnya.

Namum, kata Even, curah hujan yang tinggi membuat air akhirnya merusak tembok, sehingga menggerus tanah di bagian belakang bangunan sekolah.

Untuk itu, sebutnya, pihak kecamatan Waigete sudah berkordinasi dan langsung turun ke lokasi untuk melihat kondisi, agar bisa mencari solusi lain untuk mengatasi banjir.

“Kita harus cari solusi, agar air tidak sampai mengalir, seperti membuat embung atau membuat jalur air, agar tidak mengalir melewati pemukiman warga dan fasilitas umum seperti sekolah,” ungkapnya.

Menurut Even, dusun Likot memang berada di tempat rendah sehingga air dari ketinggian akan mengalir dan langsung menggenangi rumah warga kalau tidak bisa diatasi.

Pihak kecamatan Waigete sudah meminta kepala desa dan BPD untuk mulai mengecek dan mendata daerah mana saja yang akan tekena dampak banjir.

Lihat juga...