Dua Atlet Muaythai Bekasi Dipastikan Ikut PON 2020
Editor: Koko Triarko
BEKASI – Ketua Pengcab Muaythai, Ardiyanto, memastikan dua atlet Muaythai Kota Bekasi, mewakili Jawa Barat dalam Pekan Olah Raga Nasional (PON) 2020 di Papua, mendatang.
Dua atlet Kota Bekasi yang akan mewakili Jabar tersebut sudah menjadi juara nasional di cabang olah raga terbilang keras tersebut. Saat ini, Pengcab Muaythai Kota Bekasi juga tengah mempersiapkan atletnya untuk bertarung di tingkat Kejuaraan Daerah (Kejurda) pertengahan tahun ini.
“Pengcab Muaythai Kota Bekasi memiliki tiga atlet andalan, dua juara nasional, satu lagi juara dua tingkat dunia. Tapi, juara dunia sedang mengikuti tes polisi. Maka, belum bisa dipastikan keikutsertaannya di PON 2020,” ungkap Ardiyanto, kepada Cendana News, Jumat (31/1/2020) sore.

Dia mengaku optimis dua atlet Muaythai Kota Bekasi tersebut akan membawa medali untuk Jabar dalam PON XX di Papua, mendatang. Optimisme tersebut didasari prestasi yang diraih atlet Muaythai, yang selama ini kerap menjadi juara umum, baik tingkat daerah maupun tingkat Nasional.
“Akhir 2019 lalu, atlet Muaythai Kota Bekasi bertarung di Cirebon, dan muncul sebagai juara umum dua. Prestasi tersebut tentu berkat latihan dan dukungan semua pihak,” ujar dia, sambil menambahkan, atlet juara Muaythai Nasional dan dunia tersebut adalah Laode Risarman, Nur Sahada, dan Sandi Malayong.
Lebih lanjut dia mengatakan, bahwa atlet binaan Muaytahi Kota Bekasi, banyak didatangkan dari luar daerah. Dari total 50 orang atlet Muaythai di wilayahnya, 30 orang dari luar daerah, sisanya dari dalam daerah.
Menurutnya, banyak orang Bekasi masih melihat bela diri Muaythai sebagai olah raga keras, sehingga orang tua atlet sendiri banyak tidak mengizinkan.
“Contohnya kami sudah pernah membina atlet dari SMA 8 sampai ke juara nasional. Saat diikutkan ke Porda, orang tuanya tidak mengizinkan, khawatir anaknya cidera,” katanya.
Kekhawatiran tersebut, imbuhnya suatu hal yang wajar karena ketidakpahaman mereka dengan seni Muaythai. Padahal, muaythai adalah seni olah raga bela diri yang sama dengan lainnya.
“Semua olah raga memiliki risiko, termasuk Muaythai sendiri, tetapi jika mengerti dengan teknik penanganan pelatihan dan lainnya, tentu dapat meminimalisir terjadinya cidera. Dan, kami mengajarkan hal tersebut,” ujar Ardiyanto, yang juga sebagai pelatih Muaythai di Bekasi.
Dikatakan, bahwa Muaythai adalah jenis olah raga beladiri full body contact, pukulan tendangan, memang lebih keras, tetapi dalam pertarungan mereka ada pelindung, baik di badan, kepala, sikut. Ini olah raga keras bagi yang belum tahu teknik muaythai.
Sementara Ketua KONI Kota Bekasi, Yan Rasyid, mengakui bahwa Muaythai di Kota Bekasi adalah salah satu cabang olah raga favorit yang bisa membawa nama baik wilayah tersebut.
“Muaythai adalah cabor baru sebenarnya, tapi di Kota Bekasi banyak peminatnya. Atletnya pun terus membawa nama baik Kota Bekasi di ajang Kejurda atau pun nasional,” ungkapnya, mengaku tahun ini untuk pembinaan KONI mendapat anggaran APBD sebesar Rp25 miliar.