Danrem Wijayakusuma Imbau Prajurit Waspada Virus Corona

Editor: Koko Triarko

BANYUMAS – Para prajurit Korem 071/Wijayakusuma diimbau untuk waspada terhadap virus corona yang saat ini sedang mewabah di hina. Prajurit diminta untuk mampu melakukan langkah antisipasi, dengan menerapkan pola hidup sehat di lingkungannya.

Imbauan tersebut disampaikan Danrem 071/Wijayakusuma,  Kolonel Kav. Dani Wardhana, melalui Kasipers Korem 071/Wijayakusuma, Letkol Inf Harton, Rabu (29/1/2020).

Menurutnya, dalam hal apa pun prajurit harus berada di garda terdepan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Hidup sehat, jaga kebersihan dan pelajari seputar virus corona, termasuk cara penularannya dan gejalanya, sehingga jika ada orang di lingkungan sekitar yang sakit dan gejalanya mengarah pada serangan virus corona, anggota Korem Wijayakusuma bisa langsung mengambil langkah-langkah strategis, dengan menyarankan untuk memeriksakan diri ke rumah sakit atau pun menjaga supaya virus tidak menyebar ke lingkungan sekitar,” terangnya.

Guna meningkatkan pemahaman anggota terhadap virus corona dan berbagai gejala yang menyertainya, Korem 071/Wijayakusuma mengadakan penyuluhan kesehatan dengan mendatangkan dokter yang memahami virus corona. Penyuluhan dilaksanakan di Makorem.

“Prajurit harus memiliki pemahaman yang benar tentang virus corona, karena itu prajurit serta PNS di Makorem Wijayakusuma dan anggota Persit KCK Koorcab Rem 071 PD IV Diponegoro, diberikan pemahaman oleh tim kesehatan dari Denkesyah 04.04.01 Purwokerto dan Rumah Sakit TK III 04.06.01 Wijayakusuma Purwokerto,” kata Letkol Inf Harton.

Sementara itu, dalam paparannya tim kesehatan dari Denkesyah 04.04.01 Purwokerto, dr. Joko, Sp.P., mengatakan, serangan virus corona sudah masuk ke beberapa negara di dunia.

Menurutnya, virus corona sebenarnya sama dengan virus lainnya dan menginfeksi bagian hidung, sinus serta tenggorokan bagian atas. Namun, dampak dari serangan virus ini, bisa berujung pada kematian.

Dokter Joko menerangkan, virus corona mengakibatkan 585 kematian akibat Middle East respiratory syndrome (MERS), yang muncul pertama kali pada 2012 di Arab Saudi. Sebelumnya pada 2003, corona virus menyebabkan 774 kematian akibat Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Dan, pada akhir Januari 2020, WHO mengindentifikasi di Cina ada sekitar 300 kasus virus corona.Tiap negara telah menyiapkan upaya pencegahan dan pengamanan, namun virus corona tetap mampu menyebar ke seluruh dunia.

“Cara penyebaran virus corona seperti virus influenza pada umumnya, yaitu melalui batuk dan bersin, mereka yang terinfeksi,” tuturnya.

Lihat juga...